JAKARTA, banuapost.co.id– Ucapan duka disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, atas gugurnya Liza Putri Noviana, salah satu tenaga kesehatan (nakes) di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Perawat yang tengah berbadan dua itu, jadi orang pertama meninggal dunia di RS tersebut akibat terpapar.
“Saya merasakan duka dan ingin mengucapan terima kasih yang tulus kepada Liza Putri Noviana yang telah gugur dalam menjalankan tugas mulia di garda terdepan melawan Covid-19. Semoga Allah SWT menerima amalan almarhumah dan menempatkannya di tempat sebaik-baiknya,” ucap Puan, Jumat (25/6).
Politisi PDI Perjuangan itu berharap agar keluarga dan rekan-rekan Liza, diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
“Selamat jalan Liza. Indonesia baru saja kehilangan salah satu insan terbaik yang berjuang tanpa kenal takut demi menyembuhkan bangsa dari pandemi Covid-19,” kata Puan dengan suara sedikit serak.
Menurut mantan Menko PMK era pertama Presiden Jokowi itu, perjuangan dan pengorbanan Liza sangat berarti bagi kemanusiaan. Sehingga sangat patut menjadi inspirasi.
“Mari kita hormati pengorbanan Liza dan para nakes yang sebelumnya juga banyak yang gugur dengan taat protokol kesehatan dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari serta mendukung program vaksinasi,” ajak Puan.
Liza telah mengabdi sebagai nakes perawat di Wisma Atlet sejak awal masa pandemi, Maret 2020. Dia meninggal dunia sepekan setelah dirawat di ruang ICU. Liza juga diketahui tengah mengandung.
Baca Juga
Seluruh nakes di Wisma Atlet sempat mengiringi kepulangan almarhumah. Mereka menyalakan lilin sebagai tanda penghormatan ketika jenazah Liza keluar untuk diantarkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
“Kita harus membantu para nakes Indonesia yang sudah kelelahan karena terus bekerja tanpa jeda dari awal pandemi sampai sekarang. Mereka ini sudah merawat ratusan sampai ribuan pasien Covid, menemani pasien sampai sembuh, membantu menyehatkan tubuh dan mental pasien,” jelas Puan.
Padahal para nakes, sambung Puan, ada kalanya mereka capek atau sakit, tidak bisa pulang bertemu keluarga. Tapi atas panggilan tugas, mereka tetap menjalankan dengan maksimal,” lanjut dia.
Selama pandemi Covid-19, tercatat 968 tenaga kesehatan telah gugur saat bertugas. Jumlah tersebut, 374 dokter, 39 dokter gigi, 311 perawat, 149 bidan, 6 rekam radiologi, 3 terapis gigi, 2 petugas ambulans, 26 ahli teknologi lab medik, 3 tenaga farmasi, 9 apoteker, 5 sanitarian, 3 elektromedik, 1 fisikawan medik, 2 epidemiolog, 1 entomolog kesehatan, dan 34 nakes lainnya.
Lonjakan kasus Covid-19 di banyak wilayah di Indonesia, kian menambah beban pekerjaan para nakes. Di RSUD Kota Bekasi, misalnya, salah satunya sempat mengalami penumpukan jenazah Covid-19 karena kasus meninggal bisa mencapai 20 pasien setiap hari.
Kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta, juga kembali memecahkan rekor. Sepanjang Kamis (26/6), terdapat tambahan 7.505 kasus dengan 15 persen atau 1.112 kasus merupakan anak-anak di bawah 18 tahun.
Sejumlah 830 orang, anak usia 6-18 tahun. Sedang 282 anak lainnya, masih berusia di bawah 5 tahun. Sementara 5.775 orang, berusia 19 sampai 59 tahun.
Penambahan pasien anak-anak tersebut, menurut para ahli kemungkinan berasal dari transmisi virus varian Delta. Laporan menyebutkan, transmisi virus corona varian Delta yang saat ini mendominasi di Inggris, meningkat di kalangan anak-anak usia 12 hingga 20 tahun. (b2n/foto: ist)