SAMPIT, banuapost.co.id– Kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Jaya Bersama di Desa Regei Lestari, Kecamatan Teluk Sampit, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), banyak tutup ketimbang buka. Bahkan papan namanya pun, sudah dilepas.
Akibatnya dikeluhkan warga. Pasalnya, kelompok warga pengguna yang mau berurusan, pasti berbalik arah dan tak jarang ngomel.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kantor BUMDes yang ditempati sejak 2016 lalu, keberadaannya menyewa rumah warga. Semula berjalan bagus dan lancar. Tapi kini mulai tak ada aktivitasnya lagi.
Dugaan sementara lantaran perguliran dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) milik bersama 6 desa, yakni Ujung Pandaran, Lampuyang, Regei Lestari, Kuin Permai, Basawang dan Parebok, yang bergulir banyak tunggakan.
Ironisnya, pengurus yang mengelola BUMDes seakan membiarkan. Bahkan selama ini tak pernah ada rapat dengan mengundang pemerintah desa agar semua titik masalahnya teratasi.
“Bukannya malah dipendam dan dibiarkan begitu saja,” ucap Kepala Desa Regei Lestari, Saprudin, ketika diminta konfirmasinya, Selasa (6/7).
Menurutnya, pengurus BUMDes Maju Jaya Bersama selama ini belum ada laporan. Apalagi melaksanakan rapat akhir tahun atau tutup buku.
“Setahun lalu pernah hendak melakukan rapat. Kami juga menunggu-nunggu undangannya. Namun sampai sekarang, belum terlaksana. Akibatnya, laporan akhir tahun dan tutup buku jadi terlewatkan,” kata Saprudin.
Seharusnya, lanjut Saprudin, dewan komisaris, direktur, bendahara dan pengurus lainnya, segera melakukan perbaikan maupun evaluasi demi lancarnya perguliran SPP.
“Kalau pengurus menemui persoalan, segera lakukan rapat intern dulu. Jika memang sangat sulit, bisa koordinasi dengan pihak lembaga BKAD. Bukannya malah dibiarkan,” tandasnya.
Sementara menurut Ketua BKAD, Muksin, tak menampik sudah lama mau mengadakan rapat dengan pengurus BUMDes tersebut. Namun mereka seperti tidak ada niat untuk menyelesaikan persoalan.
“Mungkin karena menyangkut perguliran SPP yang hampir semua desa angsurannya macet. Kalau kantornya tutup, kami baru tahu. Tapi akan segera kami tindaklanjuti,” ujar Muksin yang juga Kades Lampuyang itu. (um/foto: ist)