PELAIHARI, banuapost.co.id– Rutan Kelas IIB Pelaihari bekerja sama dengan Puskesmas Angsau, Tanah Laut, skrining tuberkulosis (TBC) dan HIV warga binaannya.
Kegiatan berlangsung di Aula Rutan setempat, Rabu (7/7), melakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya 30 orang yang tersandung hukum tersebut.
Menurut Agus Indah Lestari, petugas kesehatan Rutan Pelaihari, kegiatan sebagai bentuk deteksi dini penyebaran penyakit TBC dan HIV.
“Disamping kita sedang berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, juga berupaya dalam pencegahan penularan penyakit TBC dan HIV. Karena penyakit ini juga sangat berbahaya bagi manusia,” jelasnya.
Sementara menurut Budi Suharto, Karutan Pelaihari, kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi dua penyakit itu, karena Rutan Pelaihari mengalami over kapasitas. Sehingga interaksi langsung antar warga binaan di dalam blok hunian, sangat rentan memungkingkan terjangkit penyakit.
“Karena itu skrining TBC maupun HIV sangat tepat dilakukan, untuk mencegah penyebarannya. Jika pun ada yang terkonfirmasi, maka dapat diambil tindakan penanganan sesegera mungkin,” jelasnya.
Selain itu, sambung Budi, melalui kegiatan ini baik warga binaan maupun petugas semakin sadar akan bahayanya penyakit TBC dan HIV. Sehingga lebih waspada untuk mengindari tertular.
Dari hasil skrining yang dilakukan, ke-30 warga binaan dinyatakan negatif HIV. Sementara skrining TBC, masih menunggu hasil pemeriksaan beberapa hari ke depan. (ril/foto: ist)