BANJARBARU, banuapost.co.id– Meski berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik level 3 atau DARURAT (level 4), kasus warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona di Kalsel bukan kian melandai. Sebaliknya makin melonjak. Ada apa?
Sungguh seriuskah memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini?. Padahal keselamatan rakyat merupakan hukum tertingi dari suatu negara.
Seperti misalnya sepanjang Sabtu (21/8), korban terinfeksi virus corona di Kalsel bertambah 705 kasus positif. Dengan tambahan itu, total Covid-19-nya menjadi 62.517 orang. 11.212 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Sementara di hari yang sama ini, sebagaimana data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, ada penambahan sebanyak 631 pasien sembuh. Sehingga totalnya sejak asal pandemi merebak pada awal Maret tahun lalu menjadi 49.344 orang.
Dilaporkan terdapat 21 pasien meninggal dunia. Korban berasal dari Banjarmasin: 6, Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Tengah (HST): masing-masing 4, Banjarbaru dan Tanah Laut: masing-masing 3 orang, Hulu Sungai Utara (HSU): 1 orang. Sehingga totalnya sekarang menjadi 1.961 orang.
Berikut sebaran ke-705 kasus positif baru yang dilaporkan 13 kabupaten/kota: Kabupaten Banjar: 93, Tanah Laut: 89, Banjarmasin: 77, Banjarbaru: 71, Tabalong: 65, Tanah Bumbu: 63, HST: 50, Balangan: 46, Barito Kuala: 36, Hulu Sungai Selatan (HSS): 33, HSU: 31, Tapin: 27, Kotabaru: 24 orang.
Sedang sebaran ke-631 kasus sembuh (Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan dan Tapin nihil): Banjarbaru: 245, Tanah Bumbu: 96, Tabalong: 77, Tanah Laut: 54, Barito Kuala: 48, Kotabaru: 46, HSS: 27, HST: 14, Balangan: 13, HSU: 11 orang.
Dengan data tersebut, persentase kesembuhan akibat Covid-19 di Kalsel mencapai 78,93 persen, dirawat 17,93 persen dan meninggal 3,14 persen.

Seiring dengan bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Kalsel ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)