BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bibit jagung hibrida, JAB69-01 Sakti, sukses dikembangkan PT Enam Sembilan Benih. Panen perdana di Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (9/12) lalu.
Dari hasil panen, diperoleh 8 ton per hektare jagung pipil kering. Hasil ini lebih tinggi dibanding benih jagung lainnya. Dengan keberhasilan ini, diyakini mampu memenuhi kebutuhan untuk pabrik pakan ternak.
“Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan bagi petani, dengan perkiraan mencapai 8 ton per hektare,” kata Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Fahrani, yang ikut panen perdana bersama Ketua Komisi II, Imam Suprastowo, Ketua DPRD Tanah Laut, Muslimin dan Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Syamsir Rahman.
Dengan benih jagung Sakti 69 atau JAB69-01 Sakti, lanjut Fahrani, akan mampu memenuhi kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Kalsel. Selain hasilnya sangat bagus, otomatis juga menguntungkan para petaninya.
Menurut Fahrani, saat ini sudah ada dua pabrik pakan ternak di Kalsel. Namun baru sekitar 40 persen kebutuhan yang bisa dipenuhi, termasuk ke Kalteng. Sisanya 60 persen, harus didatangkan dari luar daerah, seperti Jawa dan Sumatera.
“Dengan hadirnya benih jagung Sakti 69, yang hasilnya luar biasa, ditambah ketersediaan lahan di Kalsel dan Kalteng masih luas, kita optimis industri perkebunan jagung di daerah ini akan berkembang dan menguntungkan para petani, karena harga jual tinggi,” tandas komisi yang membidangi pertanian itu.
Sementara, Direktur PT Enam Sembilan Benih, Riza Nugraha menjelaskan, untuk Kalsel perusahaan sudah membuka 5 demplot di Kabupaten Tanah Laut. Di antaranya di Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Desa Pemuda, Panyipatan dan Batu Ampar dengan melibatkan sekitar 20 kelompok tani.
Selain di Kalsel, PT Enam Sembilan Benih yang merupakan anak perusahaan PT Batulicin Enam Sembilan Group, juga sudah membuka demplot lebih dari 15 titik di beberapa provinsi di Indonesia, seperti di Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara dan Aceh.
“Di Kalsel dan Jatim kita sudah panen. Sementara untuk di Sumatera Utara, kita ada 12 titik, Insyaallah akan panen pada Januari 2022. Kita optimis benih jagung Sakti 69 akan mampu bersaing secara nasional dengan benih jagung lainnya,” katanya.
Benih JAB69-01 Sakti atau Sakti 69 yang dikembangkan, lanjut Reza, memiliki keunggulan. Di antaranya, harga benihnya relative lebih murah, tahan cuaca ekstrem dan masa panen lebih pendek, sekitar 3 bulan.
Benih jagung Sakti 69, juga memiliki keunggulan pertumbuhan. Buah jagung yang besar dan bijinya merata dan hemat. 1 bungkus ukuran 1 kilogram benih Sakti 69, berisi 4.300-4.400 biji.
Tahan terhadap penyakit bulai, busuk batang serta tahan serangan lalat bibit. Selain itu, punya daya tumbuh yang bagus. Pertumbuhan seragam, batang kokoh dan daun tegak serta dapat ditanam rapat. Sehingga hasilnya optimal.
Menurut Riza, dalam waktu dekat PT Enam Sembilan Benih juga akan membuka demplot baru di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan harapan benih jagung Sakti 69 akan sukses dan menjadi pilihan para petani di seluruh Indonesia. (ril/foto: enamsembilan)