PELAIHARI, banuapost.co.id– Tak lebih satu jam, dua ribu liter minyak goreng yang disediakan Polres dan Bhayangkari Tanah Laut dalam pasar murah yang digelar di halaman mapolres setempat, Selasa (29/3) pagi, terjual.
Warga Pelaihari sudah berdatangan sejak pukul 07:30 Wita. Sedang pasar murah dibuka pukul 08:00 Wita. Bahkan Kapolres Tala, AKBP Rofikoh Yunianto dan istri, Nadya Rofikoh, yang juga Ketua Bhayangkari, ikut menjual minyak goreng kepada warga.
Meski Kota Pelaihari sempat diguyur hujan dan saat pasar murah dibuka masih gerimis, warga tetap mendatangi lokasi. Mereka dengan tertib memasuk lokasi penjualan dibantu anggota polisi yang ditugaskan mengatur pembeli.
Menurut Kapolres Tala, AKBP Rofikoh Yunianto, diharapkan pasar murah minyak goreng ini dapat membantu masyarakat Pelaihari dan sekitarnya yang saat ini dihadapkan dengan mahalnya minyak goreng di pasaran.
Minyak goreng di pasar murah ini dijual Rp 18.000 per liter. Sedang untuk dua liter Rp 35.000 dengan setiap orang hanya diperbolehkan membeli 2 liter.
“Semoga pasar murah ini dapat membantu warga, sementara untuk jatah per orang hanya 2 liter. Ini agar berbagi dengan yang lainnya,” ujar kapolres kepada awak media.
Raisya, salah seorang pembeli, mengaku senang mendapatkan minyak goreng seharga Rp 35.000 per dua liter ini. Karena kalqu di pasar atau warung-warung pengecer, harganya Rp 50 ribu lebih per dua liter.
“Lumayan dapat dua liter dari pada membeli di pasar atau warung,” kata warga Jalan Niaga, Kecamatan Pelaihari itu.
Namun demikian, Raisya berharap harga minyak goreng dapat turun agar para pembuat kue, seperti dirinya, tidak terlalu dibebani dengan penambahan biaya produksi. Apalagi bahan lainnya, seperti tepung terigu, margarin dan gula pasir, ikut naik.
“Mudahan cepat turun agar kami tidak terbebani dengan biaya produksi yang bertambah besar,” tandasnya. (zkl/foto: zul yunus)