BANJARMASIN, banuapost.co.id– Para tokoh Kalsel, entah yang berkecimpung di politik, terlebih di dunia usaha, diingatkan agar akur dan tidak saling menjatuhkan. Sebab, penghuni Bumi Lambung Mangkurat ini sejak dahulu sangat mencitai kedamaian.
Wanti-wanti disampaikan para aktivis Kalsel ketika menggelar aksi solidaritas terhadap Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mardani H Maming, di depan Gedung Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (6/6).
“Rakyat Kalimantan cinta damai. Jangan bacakut pepadaan (jangan berkelahi antar sesama, Red.). Seharunya kita dorong agar Kalimantan bisa maju,” seru korlap aksi damai, Aliansyah, dalam orasinya.
Aksi solidaritas yang dikawal kisaran 150 personel Poltabes Banjarmasin ini, di antaranya datang dari Lembaga Kerukunan Masyarakat (Lekem) Kalimantan, Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK), Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Foreban) Kalsel, Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) LSM Macan Asia.
Karena itu, tekan Aliansyah, hentikan kriminalisasi terhadap Mardani H Maming yang notabene aset Banua, aset Kalimantan Selatan. Jangan dikorbankan hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu.
“Selamatkan orang-orang baik di Kalsel, jangan dikriminalisasi. Sebaliknya, lawan para mafia hukum,” tegasnya.
Selama ini, sambung Aliansyah, Mardani H Maming telah disudutkan. Hanya sebagai saksi dalam kasus dugaan izin usaha pertambangan, tapi diframing seolah-olah menjadi penjahatnya.
Begitu juga kepada Pengadilan Tipikor Banjarmasin, diingatkan bekerja sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya dalam menegakan hukum serta keadilan.
“Kita memberikan dukungan penuh agar Pengadilan Tipikor Banjarmasin bekerja profesional,” kata Aliansyah.
“Sistem hukum kita jangan sampai mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Jangan sampai hukum dipakai untuk menghancurkan karir orang lain,” lanjutnya.
Aksi solidaritas ini berlangsung dalam suasana damai. Selain berorasi, para pengunjuk rasa juga membagi-bagikan bunga serta mengumpulkan tanda tangan warga di selembar kain sebagai tanda dukungan moril.
Sebelum aksi damai simpatik membubarkan diri dengan tertib, digelar doa bersama dipimpin Guru Ali Wafa dari Pengurus Wilayah GP Ansor Kalsel, yang mendoakan provinsi ini diberikan kedamaian dan terhindari dari bala bencana. (yb/foto: ist)