PELAIHARI, banuapost.co.id– Seluruh warga Indonesia harus memiliki semangat, kesadaran dan kemampuan bela negara. Sebab bela negara merupakan sikap, perilaku, dan tindakan warga, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara.
Hal tersebut dikemukakan Presiden Joko Widodo dalam amanat tertulis yang dibacakan Bupati Tala, H Sukamta, pada Upacara Peringatan Hari ke-73 Bela Negara 2022, Senin (19/12).
“Kita harus mempunyai daya tangkal dan ketangguhan dalam menghadapi situasi yang semakin berkembang pesat dan kompleks di segala bidang,” tulis presiden.
Pembangunan sumber daya manusia yang unggul, produktif, inovatif dan berdaya saing serta memiliki kesadaran bela Negara, menurut presiden, juga harus terus dilakukan.
Ini mengingat, bela negara menjadi suatu kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Program pembinaan kesadaran bela negara baik di lingkungan pendidikan, pekerjaan dan masyarakat, pada umumnya harus terus diimplementasikan melalui nilai-nilai dasar bela Negara, di antaranya cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara,” jelasnya.
Terakhir, melalui amanatnya ini presiden mengajak seluruh komponen bangsa agar bersama-sama menunaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan peran dan profesi masing-masing dalam rangka ikut serta bela negara.
Pada Upacara ke-74 Peringatan Hari Bela Negara 2022 yang menusung tema: ‘Bangkit Bela Negaraku, Jaya Indonesiaku’, turut hadir unsur Forkopimda, Kepala SKPD dan ASN lingkup Pemkab Tala, TNI-Polri, BUMD, serta mahasiswa. (ril/foto: diskominfo)