BANJARBARU– Biro Humas Kementerian Pertanian RI dan Biro Humas dan Protokol Setdaprov Kalsel, bersinergi memantapkan sosialisasi Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 di Desa Jejangkit, Batola dan di Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, 18-20 Oktober mendatang.
Dalam rapat koordinasi stakeholder terkait di Ruang Rapat Sekdaprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (23/8) sore, berhasil disusun rancangan publikasi dan kerja sama media untuk mensukseskan kegiatan berskala internasional itu.
“Semua tugas kehumasan dan protokol telah terencana rapi sesuai peran masing-masing stakeholder,” papar Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian RI, Kuntoro Boga Andri.
Terkait publikasi pemberitaan dan media massa, terutama giat pameran pendukung HPS, Kuntoro mengaku telah bekerja sama dengan Event Organizer profesional untuk berkoordinasi dengan Biro Humas dan Protokol Kalsel.
Menurut Kuntoro, kerja sama media nasional dan lokal meliputi publikasi pameran dan kegiatan pelaksanaan HPS. Kementan melalui EO telah mengandeng media nasional, baik cetak maupun elektronik, termasuk media online yang profesional di bidang pemberitaan.
Sementara tugas utama Biro Humas dan Protokol, lebih bersifat mendukung melalui informasi-informasi terkini terkait persiapan dan pelaksanaan HPS. Termasuk persiapan dokumentasi visual sosialisasi HPS, melengkapi dokumentasi yang telah dibuat panitia pusat.
Kuntoro menambahkan, sinergi antarinstansi dan pihak terkait untuk mempublikasikan kegiatan HPS 2018, penting dilakukan agar kegiatan tersosialisasi dengan baik.
Sementara menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Kalsel, Kurnadiansyah, sosialisasi terkait penyelenggaraan HPS 2018 telah dilakukan Biro Humpro bekerja sama dengan insan media di Kalsel.
“Insan media di Kalsel juga telah berpartisipasi mensosilisasikan persiapan dan perkembangan pelaksanaan HPS 2018, melalui publikasi pemberitaan, baik elektronik, cetak dan online,” jelasnya.
Sedang Kabag Protokol Biro Humpro Setdaprov Kalsel, Raden Suria F, menyarankan, penayangan baliho atau papan reklame kegiatan di luar atau dalam gedung, penting untuk diseragamkan dari panitia pusat sampai daerah.
“Tujuannya agar visi dan misi kegiatan benar-benar terukur dan tersosialisasikan efektif,” ujarnya. (bdm/foto: hum)