BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Setelah membawa hasil positif dalam dua laga tandang dengan raihan 4 poin,
Barito Putera malah ditekuk Bhayangkara FC. Pedihnya, dilincai di hadapan pendukungnya sendiri.
Bahkan tak tanggung-tanggung, dalam pertandingan yang
berlangsung di Stadion Deman Lehman, Martapura, Rabu (18/9), dua punggawa Tim Laskar
Antasari, Nazar Nurzaidin dan Bayu Pradana, diusir ke luar lapangan oleh Agus
Fauzan, wasit yang memimpin pertandingan.
Sedikitnya 4 gol bersarang ke gawang yang dikawal Aditya
Harlan. Sementara Barito Putera, hanya bisa mencetak 1 gol. Itupun dari titik
putih yang sukses dieksekusi Fransisco Torres.
Tak pelak, pelatih kepala Barito Putera, Djadjang
Nurjaman, tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya. Baik atas kekalahan 4 gol
maupun kepemimpinan wasit.
“Keputusan wasit mempengaruhi permainan kami. Dalam
pertandingan sampai ada 2 kartu merah. Apalagi bermain di kandang,” ucap
Djanur, sapaan akrabnya, sesusai pertandingan kepada awak media.
Menurut Djanur, keputusan berat sebelah dari wasit yang
memimpin pertandingan, membuat anak asuhnya kehilangan fokus, hingga cenderung
bermain emosional.
“Kehilangan dua pemain sangat sulit mengimbangi
lawan,” imbuh pelatih yang membawa
Persib Bandung juara liga Indonesia ini.
Meski demikian, lanjut Djanur, pasca pertandingan evaluasi
langsung dilakukan untuk mempersiapkan tim bertandang ke markas Persija
Jakarta.
Begitupun dengan Kiper Barito Putera, Aditya Harlan, juga
tidak bisa membunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang merugikan
timnya.
“Di babak pertama kita sempat menguasai pertandingan.
Kemudian sejumlah keputusan wasit yang kontroversial, akhirnya mengubah skema
permainan kami hingga memancing emosi pemain,” jelasnya.
Namun demikian, Adit enggan meratapi kekalahan ini lebih
lama. Barito Putera harus langsung mempersiapkan tim bertandang ke markas
Persija jakarta.
“Saya minta dukungan dan doanya kepada masyarakat
Banua, semoga peringkat Barito bisa naik ke depannya,” imbuhnya.
Sementara pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengaku
bersyukur dengan hasil positif saat bertanding di Markas Tim Laskar Antasari.
Menurut Munster, anak asuhnya menjalankan strategi
seperti saat menahan imbang kandidat juara, Bali United, pada pertandingan
sebelumnya.
Mesik menang telak 4 -1 atas tim tuan rumah, Munster mengaku
kecewa karena anak asuhnya tidak bisa membobol
lebih banyak gol lagi. Padahal unggul jumlah pemain.
“Tim semakin percaya diri, ketika gol pertama
datang, maka ada gol selanjutnya itu benar-benar terjadi,” tandasnya.
Soal kepemimpinan wasit, menurut Munster, sudah betul
dengan mengusir dua pemain Barito Putera
karena melanggar keras pemain the Guardian.
“It’s a Crazy tackle,” katanya. (yb/imn/foto: iman)
