BULUNGAN, banuapost.co.id–
Gedung tenis indoor di Jl Nuri, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Bulungan, ditetapkan
sebagai Makorem Maharajalilla, setelah ditinjau Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI
Subiyanto.
Peninjauan juga dilakukan ke kantor Dinas Pertambangan
Bulungan, untuk melihat langsung cikal bakal makorem di Provinsi Kaltara itu,
Kamis (19/9), menyusul telah ditetapkannya sebagai Korem Perbatasan.
Dalam peninjauan itu, Pangdam Mayjen Subiyanto didampingi
Bupati Bulungan, Sudjati, dan Sekprov Kaltara, Suriansyah, serta Dandim
0903/Tsr, Letkol Inf Aswin Kartawijaya.
“Sengaja saya datang ke sini, karena sudah ada keputusan
presiden. Seminggu yang lalu sudah ada tandatangannya agar di Kaltara harus ada
korem perbatasan,” ujar Mayjen Subiyanto.
Makorem ini, lanjut Pati TNI AD bintang dua itu, akan
ditempati 300 personel yang berasal dari Kodam VI/Mulawarman. Karena pendirian makorem, dikhususkan untuk daerah
perbatasan.
“Dengan berdirinya makorem di Bulungan ini, untuk wilayah
teritorial dan pertahanan dapat terjaga. Jadi di makorem ini akan dipimpin seorang
jenderal bintang satu,” jelasnya.
Ditambahkan pangdam, untuk pembangunan makorem itu akan
dimulai 2020. Lokasinya di Jl Semangka, luas lahan 2,7 hektare dan luas
bangunan kantornya seluar 2.100 meter per segi.
Bangunannya 3 lantai dengan anggaran dari Mabes TNI yang
dilakukan secara bertahap. Sedang perumahan anggota yang berada di lokasi
pembangunan mako, ditertibkan dan dicarikan di lokasi lain.
Disinggung soal nama: Maharajalilla, sebagaimana
keinginan masyarakat setempat, terlebih lagi erat hubungannya dengan kearifan
lokal, tak ditampik pangdam.
“Penggunaan nama raja, karena melihat sejarahnya yang
cukup baik di waktu lampau. Memang nama itu yang diajukan ke saya,” imbuh
Mayjen Subiyanto. (yb/asy/foto: ist)
