MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Pembangunan tahap pertama Pasar Pendopo, Jl Panglima Batur, Muara Teweh, Barito
Utara, yang terbakar Rabu (25/7) lalu, mulai dikerjakan. Proyek dikerjakan CV
Borneo Tunggal Pusat Muara Teweh.
Proyek dengan program pengembangan pasar dan distribusi
barang/produk, pekerjaan fisiknya menelan anggaran sesuai nilai kontrak dari
DPA Disdagrin Barut Rp3.983.130.000.
Menurut Kepala Disgarin Barut, H Hajran Noor, pengerjaan untuk
tahap pertama ini pembangunan 62 kios serta penataan halaman.
“Setelah pekerjaan ini selesai, kita nantinya akan
terlebih dulu menunggu proyek dari Dinas PUPR yang rencananya akan dilaksanakan
pada 2020 mendatang,” ujar Hajran, Kamis (19/9).
Proyeknya meliputi penyiringan bantaran Sungai Butong,
yaitu pekerjaan penguatan tebing. Sebab pembangunan pasar, baru dapat
dilanjutkan setelah penyelesaian pembangunan siring selesai dikerjakan.
Sementara pihak CV Borneo, sejak Rabu (12/9) mulai
melaksanakan pembersihan puing-puing bangunan sisa kebakaran menggunakan alat
berat, axcavator. Bangunan yang ada, baik itu pagar, dirobohkan dengan alat
tersebut.
“Hari ini pertama kita mulai bekerja sesuai dengan
kontrak. Bangunan yang ada dibongkar dan akan dibuang ke TPA,” ujar Yayan,
pengawas proyek dari CV Barito, Rabu (18/9).
Untuk jangka waktu pekerjaan ini, 90 hari kalender, dimulai
dari 18 September. Karena itu demi
lancarnya proses pembangunan, para
pedagangnya yang berjualan di lokasi terminal eks koramil, telah dipindahkan ke
bangunan sementara di Lapangan Hijau Muara Teweh.
“Karena lokasi eks koramil ini, akan menjadi jalan untuk
mobilitasi proyek pembangunan,” jelas Yayan. (arh/foto: ist)
