BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Tokoh-tokoh Dayak di Banjarmasin, menyampaikan berbagai persoalan ke bakal
calon Gubernur Kalsel 2020 – 2025, Prof Denny Indrayana.
Terungkapnya berbagai persoalan yang dihadapi suku Dayak Banua,
terjadi dalam pertemuan Prof Denny dengan para pimpinan Dayak yang tergabung
dalam Forum Intelektual Dayak Nasional (FIDN), Sabtu (9/11).
Cukup mengusik dalam pertamuan itu, terutama soal
terpinggirkannya suku asli Pulau Kalimantan ini di percaturan politik Banua.
Selain percaturan politik, persoalan lain yang
dikemukakan, akses pendidikan, minimnya
pemerintah Kalsel, sulitnya akses modal bagi suku Dayak yang bergerak di sektor
ekonomi kreatif dan UKM. Bahkan sampai tidak diakuinya eksistensi masyarakat
adat oleh Pemprov Kalsel.
Denny yang dengan serius menyimak satu per satu persoalan
yang disampaikan, berjanji akan membentuk pemerintahan yang amanah jika
terpilih menjadi gubernur.
“Semua persoalan yang tadi dikemukakan, Insya Allah
mudah diselesaikan jika kita mempunyai pemimpin yang amanah, yang tidak ada
orientasi lain. Kecuali mengabdikan dirinya bagi kepentingan masyarakat Banua,”
ujar Denny.
Karena itu Denny mengajak pemilih masyarakat Kalsel
berhati-hati untuk memilih kepala daerah. Jangan tergoda dengan lembaran uang,
lalu menggadaikan suara.
Calon pemimpin yang membeli suara, menurut Denny, pada
akhirnya akan terjerat dengan utang, dan akan tersandera untuk mengembalikan modal
usaha pemilihan gubernurnya. Karenanya akan sulit menjadi pemimpin yang amanah.
“Mari kita hentikan praktik politik uang yang menghasilkan
pemilu berbiaya tinggi, dan menghasilkan pemimpin yang tidak amanah,” ajak
Denny.
Menutup pertemuan, Denny mendapatkan dukungan dan
didoakan berhasil menjadi Gubernur Kalsel, dan diminta tidak akan sulit ditemui.
Dukungan dan doa yang disampaikan, disambut Denny dengan senyum
dan ucapan terimakasih, serta minta diingatkan agar dapat menjadi pemimpin yang
amanah.
Meski hingga sekarang ini belum ada satu pun partai
politik di Kalsel yang secara terang-terangan memberikan dukungan untuk
pencalonan dirinya sebagai Gubernur Kalsel 2020 – 2025, mantan Wakil Menteri
Hukum dan HAM (2011 – 2014) era Presiden ke-6, SBY, seperti tanpa lelah menemui
tokoh-tokoh Banua.
Setelah mengikuti pengajian maulid dengab Tuan Guru Zuhdi
di Sahbilal Muhtadin, Kamis (7/11) malam, kemudian ikut jalan kaki 6 kilometer
sambil membaca burdah dengan Habib Hussein di Cempaka, Prof Denny Indrayana menemui
tokoh-tokoh Dayak di Banjarmasin. (yb/emy/foto:
ist)
