JAKARTA, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo mengatakan, sistem transportasi di ibu kota baru di Kalimantan Timur, akan serba elektrik dan otomatis.
Kepala
Negara mengungkapkan itu saat memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan Jajaran
Kemenhan, TNI dan Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan, Kamis
(23/1).
Di
hadapan lebih dari 500 peserta Rapim Kemenhan, TNI dan Polri, presiden menayangkan
sebuah video tentang ibu kota.
“Ini
kita harapkan menjadi sebuah loncatan kita menjadi negara maju,” ujarnya.
Sebelum memutar video, preesiden
kembali menegaskan keinginan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan
Timur, bukan memindahkan gedung atau pindah lokasi.
“Bukan
pindah gedung, bukan pindah lokasi. Tapi yang kita inginkan, berubahnya pola
pikir dan pola kerja,” tandas Kepala Negara.
Menurut presiden, harus ada
sistem dan kultur baru di pemerintahan yang mengedepankan kecepatan. Karena ke
depan, tidak ada lagi negara besar mengalahkan yang kecil, atau yang kaya
mengalahkan yang miskin.
“Namun yang ada, negara yang
cepat akan memakan negara yang lambat. Kuncinya ada di situ. Biarpun kaya dan
besar, tapi kalau lambat pasti akan tertinggal oleh yang cepat,” pungkas
Kepala Negara. (yb/bgla/foto: ist)
