BANJARMASIN, banuapost.co.id– Meski akan memasuki debat terakhir, Sabtu (28/11) malam, H Sahbirin Noor seperti melupakan moment penting pertaruhan untuk kembali merengkuh kursi 1 di Pemprov Kalsel. Menyambangi dan bersilaturahmi dengan rakyat, jauh lebih penting dari sekadar adu argumentasi.
Tak ada persiapan khusus menghadapi rival, Prof Denny Indrayana. Sebagaimana juga hari-harinya, calon gubernur nomor urut 1 ini masih dengan kebiasaannya. Berkeliling ke berbagai tempat, bahkan dengan mengendarai sendiri kendaraan roda dua.
Seperti yang terjadi Sabtu (28/11) pagi. Pria yang hobi olahraga bela diri karate ini, mendadak menuju kawasan Pasar Subuh Sentra Antasari Banjarmasin.
Padahal sebelumnya, Kamis (26/11), Paman Birin, sapaan akrabnya, berkeliling dari kampung ke kampung di Kecamatan Tabunganen dan Tamban, Kabupaten Batola.
Di Pasar Subuh Sentra Antasari, suami Hj Raudatul Jannah ini, menyapa para pedagang dan pembeli. Ia juga sempat memborong sejumlah sayuran dan buah, untuk dibagikan kepada warga yang ada.
Kedatangan Paman Birin di pusat perbelanjaan tradisionil ini disambut gembira pedagang dan warga. Mereka dengan mudah mengenali sosok ayah tiga putra ini.
Usai berkeliling di pasar, Paman Birin juga ke Jl Kelayan A dan B, kawasan Prona Satu dan Dua di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Tempat-tempat yang disinggahinya, pasar-pasar tradisional yang buka mulai subuh hingga pagi.
Tak lupa di sela-sela kegiatannya, Paman Birin menyempatkan diri mampir di sebuah warung di tepi jalan. Ia bersama rombongan kecilnya sarapan pagi.
Ahmad, salah satu warga spontan berkomentar. “Paman Birin ini merakyat. Di mana-mana pinanduan urang (dikenal, Red.),” ucapnya.
Sementara saat ke Kecamatan Tabunganen dan Tamban, Paman Birin menyapa warga beberapa desa. Seperti Jelapat Baru, Purwosari Baru, Tabunganen Pemurus, Tunggul Rejo, hingga Kuala Lupak yang berbatasan dengan Kapuas, Kalteng. Desa ini berada di tepi Laut Jawa.
Di setiap desa yang disinggahinya, warga tak jarang terkaget-kaget. Tak mengira Paman Birin muncul di hadapan mereka. Seperti biasa seperti tak ada strata, Paman Birin mengajak mereka berbincang sambil bercanda. Tawa lepas pun sering terdengar riuh.
Kunjungan dari desa ke desa ini juga dimanfaatkan untuk melihat dari dekat hasil pembangunan yang dirintisnya saat menjabat sebagai gubernur.
“Alhamdulillah, sudah banyak jalan yang kondisinya layak dilewati, mulai Tamban sampai Tabunganen,” ucapnya.
Berdasarkan data Dinas PUPR Kalsel yang diperoleh, menurut Paman Birin, jalan provinsi 2017 kondisi mantap, baik dan sedang 71 persen lebih. Sedang pada 2020 mencapai 80.25 persen. Sementara untuk jalan nasional mencapai 94 persen lebih.
“Lebih banyak jalan yang kondisinya baik. Kalau pun ada yang rusak, terkadang terlalu dibesar-besarkan,” imbuhnya setengah menyindir pihak-pihak lain yang doyan mencari kesalahan. (yb/foto: ist)