PELAIHARI, banuapost.co.id– Palang Merah Indonesia (PMI) Tanah Laut percepat droping 140 tandon air bersih berkapasitas masing-masing 600 liter lengkap dengan instalasinya, termasuk ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.
Percepatan droping karena sangat dibutuhkan masyarakat pasca bencana banjir, serta memberi kemudahan bagi korban bencana untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus antri.
“Minggu ini droping tandon air bersih ke 6 kecamatan kita upayakan selesai beserta instalasi pendukungnya. Sehingga warga dapat menggunakan air bersih dengan mudah dan terjangkau. Kondisi kekurangan air bersih ini terjadi akibat terputus dan terganggunya jaringan perpipaan PDAM maupun belum layak dikonsumsinya sumur-sumur warga yang tercemar akibat banjir,” ujar Ketua PMI Tala, H Syahrian Nurdin, Selasa (23/2).
Sementara 30 Unit tendon, lanjut Syahrian, didistribusikan ke Kecamatan Bumi Makmur. Kemudian menyusul ke Kecamatan Gunung Raja, Kurau, Bati bati, Takisung dan Pelaihari.
Ke- 6 kecamatan itu yang mengalami krisis air bersih pasca banjir sesuai dengan hasil assesment relawan di lapangan,” jelasnya.
Secara hitungan teknis, sambung Syahrian, setiap orang membutuhkan sebanyak 15 liter air bersih setiap hari. Sementara tandon berisi 600 liter bisa mencover 40 orang atau sekitar 8 kepala keluarga dengan asumsi 1 kepala keluarga terdiri 5 orang. (zkl/foto: ist)