MARABAHAN, banuapost.co.id– Perhatian kembali dicurahkan Ir H Ahmadi Noor Supit untuk korban pasca banjir di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kali ini untuk warga Kecematan Jejangkit, khususnya Jejangkit Barat, Selasa (9/3).
Didampingi sang istri, Hj Dewi Damayanti Said, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nsional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) ini, menyerahan bantuan berupa sembako.
Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang akrab dengan sapaan Memed ini, menyerahkan secara simbolis bantuan kepada enam perwakilan warga Jejangkit, desa yang sempat bulanan teremdam bencana Kalsel.
Kepada warga yang tertimpa bencana, Memed mengingatkan untuk segera bangkit. Karena musibah yang menimpa tidak hanya di Jejangkit. Tapi sudah melanda Indonesia.
“Akibat pandemi Covid-19, Indonesia sekarang ini dilanda keterpurukan kesehatan dan ekonomi yang luar biasa,” ujar Memed.
Bahkan, lanjut mantan aktivis mahasiswa itu, tidak pernah terjadi dalam sejarah di Indonesia pertumbuhan ekonominya negatif. Basanya rata-rata paling sial 5 persen naik.
“Lima persen itu artinya kalau zaman Pak Harto bisa menyiapkan lapangan pekerjaan hingga dua juta. Karena satu persen pertumbuhan, 400 hingga 700 ribu tersedia lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Sekarang, sambung Memed, tumbuhnya minus. Sehingga banyak yang menjadi pengangguran gara-gara pandemi yang melanda Indonesia dan dunia.
“Karena itu bersyukur lah hanya banjir. Karena tidak hanya di Jejangkit, tapi di dearah lain termasuk di Jawa, juga lebih berat lagi. Bahkan korbannya jauh lebih besar dari pada di Kalsel,” imbuh Memed.
Menurut pasangan hidup Hj Dewi Damayanti yang juga anggota DPRD Kalsel ini, setiap bencana adalah ujian. Pasti ada hikmah di baliknya.
“Tinggal bagaimana kita memperkuat kepercayaan. Insyaallah kalau kita sabar, Allah SWT akan memberikan yang terbaik,” ucap Memed membesarkan hati korban pasca banjir di Jejangkit ini. (oie/foto: ist)