Cagub Kalsel, Denny Indrayana, ramai-ramai dibantu para elite Jakarta. Bahkan di antaranya datang ke Kalsel, seperti ‘mengeroyok’ Paman Birin menjelang PSU, 9 Juni Mendatang. Tak hanya elite yang intelektual hukum, partai politik pendukung pun seperti Gerindra dan Demokrat, juga tak ketinggalan. Sementara koalisinya BirinMu kemana?
Paling mutakhir, salah satu elite aktivis Jakarta yang terang-terangan turun ke Kalsel mendukung Denny, mantan juru bicara KPK 2016-2020, Febri Diansyah.
Aktivis antikorupsi sesama alumni UGM itu, saat ini juga sama seperti Denny memiliki kantor jasa hukum. Denny dengan Integrity Law Firm, sementara Febri, Visi Integritas Law Firm.
Bahkan Febri dan Denny, Ahad (11/4), tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik yang digelar di Cangkir Coffee, Jl Mahligai, Pamurus Luar, Banjarmasin Timur. Tema yang diangkat: ‘PSU Pilkada Kasel yang Bermartabat Tanpa Politik Uang’. Isu yang hingga sekarang ini dijadikan senjata untuk menyudutkan Paman Birin.
Ziarah politis
Elite politik Jakarta lain yang datang ke Kalsel menyokong Denny Indrayana, Sekjen DPP Gerindra, Ahmad Muzani. Bahkan Muzani didampingi Denny Indrayana, Kamis (1/4), ‘ziarah politis’ ke Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, yang notabene wilayah PSU.
Mereka mengunjungi ponpes untuk memastikan kemenangan pada PSU. Muzani saat itu bahkan secara terbuka menginstruksikan seluruh kader Partai Gerindra dan seluruh partai koalisi, untuk memenangkan Denny Indrayana-Difriadi Darjat dalam PSU mendatang.
AHY instruksikan Kalteng
Dukungan parpol bahkan telah lebih dulu dilakukan Partai Demokrat. Atas instruksi Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono dari Jakarta, Ahad (28/3), para elite Demokrat Kalteng datang ke Banjarmasin untuk memenangkan Denny.
Turunnya bala bantuan buat Denny dari Demokrat Kalteng itu, sebagaimana disampaikan Sekjen DPD Demokrat Kalteng, Junaidi. “Ketua Umum Demokrat AHY, menginstuksikan jajaran Demokrat Kalteng turun untuk membantu memenangkan pasangan H2D pada PSU di Kalsel,” kata Junaidi, Kamis (25/3), sepeti dilansir dari apahabar.com.
Survei untungkan Denny
Tak hanya itu, bala bantuan buat Denny Indrayana juga dilakukan lembaga survei melalui penggiringan opini masyarakat dengan membuat sebuah survei terkait PSU Kalsel yang diolah dari Jakarta.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Kamis (8/4), menggelar jumpa pers di Jakarta untuk menyampaikan hasil survei mereka terkait PSU Kalsel, sebagaimana dilansir media online deteksionline.com. Judul beritanya pun tendensius: “PSU Kalsel Berpotensi Rontokkan Sahbirin-Muhidin”.
Judul berita itu ternyata untuk memperkuat hasil survei LSI yang menyebut: jika PSUKalsel berlangsung normal tanpa ada kecurangan dan pelanggaran lagi, pasangan Denny Indrayana-Difriadi sangat potensial memenangkan kontestasi politik lima tahunan tersebut.
Menurut Toto Izul Fatah, peneliti senior LSI yang menjadi nara sumber, paslon yang direpotkan PSU adalah pasangan incumbent Sahbirin-Muhidin. Selain memiliki beban psikologis mempertahankan posisinya agar terpilih kembali, juga karena tuntutan kerja ekstra dalam meyakinkan publik soal citra kecurangan.
“Sepertinya tidak mudah buat Sahbirin-Muhidin untuk terpilih kembali. Karena image curang yang dilengketkan sejalan dengan putusan MK,” tegasnya.
Pernyataan Toto Izul Fatah dan survei LSI sejalan dengan isu yang saat ini terus dilontarkan Denny Indrayana, yakni dugaan kecurangan yang dilakukan Paman, dan dirinya sebagai pihak yang dizalimi.
Hal yang perlu diwaspadai msyarakat Kalsel dari hasil survei yang disampaikan Toto, pernyataan: “Jika PSUKalsel berlangsung normal tanpa ada kecurangan dan pelanggaran lagi, pasangan Denny Indrayana-Difriadi sangat potensial menang”.
Mengapa kalimat ini perlu diwaspadai? Sebab jika nanti Denny ternyata kalah dalam PSU, maka bakal muncul stigma baru, PSU telah digelar secara curang. Dengan bekal hasil survei LSI itu pula, Denny bakal memiliki legitimasi atau senjata untuk kembali berkoar: telah terjadi kecurangan dalam PSU.
Terlepas dari elite Jakarta yang ramai-ramai mendukung Denny Indrayana, bagaimana dengan Paman Birin yang ‘dikeroyok?’
Berbeda dengan Denny yang terus berteriak melalui sosmed soal kecurangan, politik uang, Bawslau Kalsel tak profesional lah, atau mengadu ke Bawaslu RI, Paman Birin tak sekalipun muncul ke publik.
Meski Paman Birin tak pernah bereaksi atas ulah Denny yang terus menudingnya curang, tiba-tiba saja Guru Wildan atau KH Muhammad Wildan Salman, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura, mengeluarkan pernyataan agar masyarakat Banua mendukung Paman Birin di PSU.
Ulama yang telah mengikrarkan diri sebagai sahabat Paman Birin dunia akhirat, tahu persis sohibnya tak pernah korupsi. Tapi sebaliknya mempunyai karakter dermawan.
Nah kita tunggu saja. Elite Jakarta atau rakyat Banua yang bakal menang pada PSU nanti. (yebe/emy/foto: dok)