JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia masih nambah. Sepanjang Ahad (3/10), tercatat 1.142 warga yang terpapar. Akibat tambahan tersebut, totalnya sekarang jadi 4.219.284 orang.
Meski kasus nambah, kesembuhan pun tak kalah signifikannya. Di hari yang sama ini, terdata 2.020 pasien. Sehingga sejak pandemi awal Maret tahun lalu, yang sembuh sudah sebanyak 4.044.235 orang. Sementara yang meninggal dunia dilaporkan ada 58 pasien, hingga kumulasinya jadi 142.173 kasus.
Sebelumnya, Sabtu (2/10), tercatat total 4.218.142 kasus positif virus corona. 4.042.215 pasien di antaranya sudah sembuh, dan 142.155 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 1.142 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi, DKI Jakarta: 127, Jawa Timur: 115, Jawa Barat: 97, Bali: 71, DI Yogyakarta: 56, Sulawesi Selatan: 54, Banten: 50,Kalimantan Barat: 50 kasus.
Kemudian, Kalimantan Timur: 49, Jawa Tengah: 46, Sumatera Utara: 45, Kalimantan Utara: 40, Riau: 37, Nusa Tenggara Timur: 37, Aceh: 33, Bangka Belitung: 33, Lampung: 25, Kalimantan Tengah: 24, Papua: 22 kasus.
Disusul, Sumatera Barat: 17, Sulawesi Tengah: 17, Jambi: 15, Kalimantan Selatan: 15, Kepulauan Riau: 12, Papua Barat: 12, Nusa Tenggara Barat: 8, Sulawesi Barat: 8, Sulawesi Tenggara: 7, Sumatera Selatan: 5, Sulawesi Utara: 5, Bengkulu: 4, Maluku Utara: 3, Maluku: 2, Gorontalo: 1 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi saat vaksin siap!
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)