PALANGKA, banuapost.co.id– Hingga Sabtu (20/11), 21 kelurahan di Ibu Kota Palangka Raya masih terendam. Selain 8.876 Kepala Keluarga (KK) atau 31.013 jiwa terdampak, pertanian pun terancam gagal panen akibat luapan Sungai Kahayan yang sudah sepekan ini.
Rendaman di 5 kecamatan Ibu Kota Provinsi Kalteng ini, salah satunya yang terparah di Sebangau. Ketinggian air antara 20 centimeter sampai satu meter, hingga membuat 308 KK dari 15 RT terdampak.
Selain ratusan rumah yang dihuni 900 jiwa, juga merendam lahan pertanian warga hingga terancam gagal panen. Bahkan sebanyak 88 ternak sapi maupun kamping, terpaksa ikut mengungsi.
Warga Kelurahan Kalampangan yang mayoritas berprofesi sebagai petani maupun peternak, hanya bisa pasrah terancam kerugian.
Begitupun dengan di Kelurahan Bereng Bengkel yang bersebelahan dengan Kelurahan Kalampangan, sedikitnya 169 jiwa dari 6 RT juga bernasib sama.
Bahkan jalan kelurahan sepanjang hampir dua kilometer, terputus. Akibatnya, warga Kereng Bengkel terisolir.
Mengutip data sementara BPBD Kota Palangka Raya, Jumat (19/11) malam, sebanyak 8.876 KK atau 31.013 warga yang tersebar di 120 RT dari 5 kecamatan terpaksa hidup di pengungsian. Ke-5 kecamatan itu, Jekan Raya, Pahandut, Sebangau, Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit. (din/foto: ist)