PELAIHARI, banuapost.co.id– Memasuki hari ke-5 sejak tenggelamnya kapal Landing Craft Tank (LCT) Anugerah Indasah di Perairan Tanjung Selatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), proses pencarian ABK yang dinyatakan hilang masih terkendala cuaca.
Akibatnya, Tim SAR Gabungan hanya sesekali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, kawasan Muara Sanipah, Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan. Penyisiran menggunakan KN 407 bermesin temple, perahu karet Basarnas dan Ditpolairud Polda Kalsel.
Bahkan penyisiran hanya dilakukan pagi hari hingga sekitar pukul 12:00 Wita. Setelah itu, cuaca berubah. Selain hembusan angin kencang, juga diserta ombak besar.
Rabu (29/6) pagi, Tim SAR Gabungan tidak dapat melakukan penyisiran, karena cuaca saat ini di kawasan Pantai Batakan dan Sanipah, kurang bersahabat. Sejak pukul 03:00 Wita, kawasan pesisir sedang diguyur hujan.
Sulitnya proses pencarian ABK LCT Anugerah Indasah yang hilang, juga diakui Ipda H Suherman, anggota Ditpolairud Polda Kalsel, yang bergabung bersama Basarnas Banjarmasin.
“Hari ini tim gabungan tidak dapat melaksanakan giat penyisiran, karena hujan dan ombak besar di kawasan dekat lokasi LCT terbalik,” kata Ipda H Suherman melalui sambungan telepon, Rabu (29/6).
Hari Selasa (28/6), Tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di Pantai Sanipah dan sekitar lokasi terbaliknya LCT Anugerah. Penyisiran pun hanya berlangsung sampai pukul 12:00 Wita.
Musibah LCT Anugerah Indasah ini terjadi Kamis (23/6) malam sekitar pukul 20:00 Wita dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Samarinda, Kalimantan Timur. LCT dengan 11 ABK itu, membawa puluhan alat berat.
Lima ABK ditemukan selamat, satu orang ditemukan meninggal, sementara lima orang lagi masih dalam pencarian.
Korban Selamat: Abdul Aziz Setiawan (25), Mualim II. Shaifullah Safri (25), /Mualim III. Benny Hidayat (44), Juru Mudi. Valentino V Paruntu (30), Juru Mudi dan Novri Pontolawokang (30), Juru Masak.
Sementara korban meninggal: Tigor Hutabarat (52), Masinis II. Sedang yang dalam pencarian: Marajohan Siahaan (58h), Nahkoda. Jimmy Carter RM (44), Mualim I. Priyono (57), KKM, Haris Adityo (32), Juru Mudi serta Marthinus TuhaLauruw (46), Juru Minyak.
Saat ini, Tim SAR Gabungan, Basarnas Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Satpolairud Polres Tala, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, personel Polsek Panyipatan, anggota Pos Lanal Batakan, personel TNI Pos Ramil Panyipatan, anggota PMI dan PSC 119 Tala, stanby di Pantai Batakan Baru.
Personel SAR Gabungan yang stanby, antara lain Basarnas Banjarmasin 11 orang, Polairud Polda Kalsel 10, BPBD Tala 5, Satpolairud Polres Tala 6, Polsek Panyipatan 4, TNI AL Pos Batakan 2, KSOP Banjarmasin 2, PMI Tala 5, dan PSC 119 Tala 4 orang. (zkl/foto: ist)