PELAIHARI, banuapost.co.id– Tim SAR gabungan terpaksa menghentikan sementara pencarian 6 ABK LCT Anugerah Indasah di perairan Tanjung Selatan akibat ombak besar.
LCT berbendera Indonesia itu ditemukan sekitar 4 mil dari Pantai Sanipah, Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan,Tanah Laut, Sabtu (25/6), dalam kondisi terbalik.
Sebelumnya, kapal berlayar dari Banjarmasin menuju Samarinda dengan 11 ABK. Tim SAR gabungan juga menemukan lifecrab terapung tanpa ada orangnya.
Setelah menemukan posisi kapal dan mempelajari situasi di sekitarnya, Tim SAR gabungan kembali ke posko di Pantai Batakan Baru, Desa Batakan, untuk mengadakan kordinasi dengan tim yang stanby di darat.
Namun pencarian terpaksa ditunda, karena ombak pada siang hari semakin tinggi di kawasan pesisir tenggara. Semenara armada yang digunakan untuk mencapai lokasi tenggelamnya LCT Anugerah Indasah, sebuah kapal KN 407 milik Basarnas Banjarmasin yang hanya mampu membawa 12 orang.
Penghentian pencarian sementara diakui Suwarto, Kordinator Lapangan pencarian korban LCT Anugerah Indasah, karena kondisi di perairan Sanipah tidak menguntugkan bagi tim SAR Gabungan.
Penghentian sementara itupun diputuskan setelah dilakukan diskusi dengan personel Ditpolairud Polda Kalsel, BPBD Tala, personel Pos Lanal Batakan dan anggota Pos Ramil Panyipatan.
“Karena kondisi di pesisir Sanipah sedang berangin dan ombak besar, kami Tim SAR gabungan terpaksa mengentikan sementara pencarian ABK yang hilang,” tadas Suwarto.
“Kami juga menunggu perwakilan dari agen kapal, untuk memastikan langkah berikutnya setelah kapal ditemukan dalam kondisi terbalik,” lanjut Suwarto.
Suwarto menambahkan, berkordinasi dengan perwakilan pemilik kapal penting dilakukan, terutama menyangkut apa keinginan pemilik kapal setelah kapal ditemukan.
Saat ini Tim Gabungan, Basarnas Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Satpolairud Polres Tala, Polsek Panyipatan BPBD Tala, Pos Lanal Batakan, Pos Ramil Panyipatan, PSC 119 Tala, dan PMI Tala stanby di Pantai Batakan Baru. (zul/foto: zul yunus)