BANJARMASIN, banuapost.co.id – Upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menurunkan stunting di Bumi Kayuh Baimbai mendapat hasil positif, terbukti dengan turun 5,4 persen angka penderita stunting di 2022.
Penurunan angka stunting tersebut, didapatkan Pemko Banjarmasin melalui survey yang dilaksanakan SSGI (Survei Status Gizi Balita Indonesia), yang mana tercatat ditahun 2021 lalu angka stunting mencapai 27,8 persen.
“Ditahun berikutnya, turun sekitar 5,4 persen menjadi 22,4 persen. Angka tersebut menunjukkan jumlah balita penderita stunting berada dibawah rata-rata nasional, yang mematok angka 24,6 persen,” Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman disela Pringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-63, Kamis (2/2) di Puskesmas Pembantu Tanjung Pagar.
Dijelaskan mantan Staf Ahli Bupati Tanbu ini, setidaknya dua upaya penanganan stunting di Kota Banjarmasin, yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitive, terbukti membuahkan hasil.
“Upaya intervesi spesifik yang dilakukan Dinas Kesehatan telah memberikan kontribusi sebesar 30 persen dalam upaya penurunan stunting yang dimulai dari calon pengantin, sampai pada 1000 hari pertama kehidupan anak,” ujar
Sementara, upaya intervensi sensitif dilaksanakan SKPD-SKPD terkait, dengan kegiatan yang diarahkan berfokus pada kelurahan-kelurahan.
“Semoga kedepannya kita dapat memahami makna dari peringatan HGN ini, untuk mengingatkan seluruh masyarakat, betapa pentingnya mencukupi kebutuhan gizi untuk menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan kita sebagai manusia,” tandasnya. (oie/foto: ist)