PELAIHARI, Banuapost.co.id- Bupati Tanah Laut, H Rahmat Trianto (HRT) menekankan pentingnya setiap perangkat daerah memiliki budaya inovatif. Hal ini disampaikannya saat meluncurkan “Tanah Laut Innovation Award” Tahun 2025 bertempat di Gedung Sarantang Saruntung Selasa (07/10/2025).
Menurut H. Rahmat, inovasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Dalam masa pemerintahan ini, kami menegaskan tekad untuk meningkatkan daya saing daerah melalui Misi Ketiga RPJMD 2025–2029, yakni memantapkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan dinamis. Salah satu implementasinya adalah melalui penyelenggaraan Tanah Laut Innovation Award 2025 ini,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya setiap perangkat daerah memiliki budaya inovatif, dengan minimal menghasilkan satu inovasi setiap tahunnya. Ia menambahkan, inovasi tidak selalu harus sesuatu yang benar-benar baru, melainkan bisa berupa penyempurnaan dari program atau kegiatan yang sudah ada, atau solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana inovasi itu dikelola, disempurnakan, didaftarkan, dan akhirnya memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan, saat ini Pemkab Tala telah masuk kategori “Inovatif” berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat berpuas diri.
“Kita harus bekerja lebih keras agar Tala bisa naik peringkat menjadi ‘Sangat Inovatif’. Karena itu, saya sudah memerintahkan agar inovasi dijadikan salah satu indikator kinerja SKPD. Dengan begitu, setiap SKPD akan selalu terdorong untuk berinovasi demi kemajuan daerah,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap inovasi yang diusulkan akan diverifikasi oleh Tim Inovasi Daerah sesuai standar Kementerian Dalam Negeri, agar inovasi yang dihasilkan memiliki kualitas, daya guna, dan dampak positif nyata.
Pada 2024, total sebanyak 61 inovasi yang berpartisipasi di lomba inovasi daerah tersebut yang dibagi menjadi tiga kategori. yaitu kategori SKPD dengan jumlah 43 inovasi, kategori masyarakat dengan 11 inovasi dan kategori kecamatan terinovatif dengan 7 inovasi. (zkl/foto: prokopimtala)