SAMPIT, banuapost.co.id.- Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) menggelar rapat koordinasi membahas stunting di 8 desa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) di kantor BUMDes Samuda Mandiri, Jumat (20/9).
Rakor dilaksanakan pukul 08:00 WIB menyampaikan hasil
rembuk KPM desa, di antaranya Jaya Karet, Basirih Hulu, Jaya Kelapa, Handil
Sohor, Samuda Kecil, Samuda Besar, Sebamban dan Sei Ijum Raya, yang penanganan
masuk dalam RKPDes 2020.
Menurut Ketua TPID Kecamatan MHS, Agus Harjani, rakor dilaksanakan
menyangkut masalah stunting yang mencakup lima bidang layanan konvergensi.
“Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), konseling gizi, air
bersih dan sanitasi, perlindungan sosial dan Pendidik Anak Usia Dini (PAUD)
yang penanganan untuk masuk RKPDes 2020,” jelasnya.
Di antara lima layanan itu, sambung Agus, dipaparkan
dalam rembuk bersama yang penanganannya menghasilkan kesepakatan di APBDes
2020.
Dikatakan Agus, penanganan yang masih menjadi kendala
saat ini, ketersediaan air bersih kala menghadapi musim kemarau yang panjang,
seperti sekarang, serta sebagian dari warga belum memiliki jamban yang memadai.
“Tidak adanya WC sehat di rumah, juga menjadi perhatian
kita bersama,” ujarnya.
Begitupun dari hasil survey yang dilakukan, menurut Agus,
ternyata banyak anak-anak di kecamatan masih belum memiliki akte kelahiran.
“Ini juga menjadi PR bersama. Karena syarat penanganan
bayi atau balita, harus memiliki akte kelahiran,” tandas Agus. (urd/foto: ist)
