PELAIHARI, banuapost.co.id–
Warga Desa Jorong, Kecamatan Jorong, memaksa PDAM Tanah Laut untuk tetap
menyuplai air bersih ke rumah-rumah meski air terasa payau atau asin.
Warga mengaku tidak ada pilihan, selain memanfaatkan air
olahan PDAM untuk keperluan mandi dan mencuci, karena air sumur keruh dan juga
berasa asin.
Sekitar 400 pelanggan PDAM Tala yang dilayani Sistem
Pengolahan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Jorong, sudah sekitar satu
bulan terakhir mendapat suplai air berasa payau atau asin, karena kawasan
tangkapan air SPAM IKK Jorong saat ini sudah terinterusi dengan air laut.
Karena airnya tidak bisa digunakan untuk kepeluan minum
dan memasak, pengelola SPAM IKK Jorong sempat menyetop suplai air bersih selama
dua hari.
Penyetopan suplai air bersih berasa asin itu ternyata
malah membuat kerepotan pelanggannya, pelanggan akhirnya mendatangi kantor SPAM
IKK Jorong dan meminta untuk suplai air tetap dilakukan meski hanya untuk
keperluan mandi dan mencuci.
Mereka beralasan kesulitan mendapatkan air untuk
keperluan mandi dan mencuci. Kalau terpaksa membeli, mereka harus menambah
pengeluaran lebih besar lagi, karena selama musim kemarau saja mereka setiap bulannya
keluar uang sampai Rp 200 ribu hanya untuk membeli air untuk minum dan memasak.
“Supalai air ke pelanggan memang sempat kami stop selama
dua hari, namun kemudian kami minta warga untuk tetap menyuplai air meski
airnya asin,” kata Udin, penjaga sekaligus pengelola SPAM IKK Jorong.
Udin juga menunjukkan kepada banuapost lokasi tangkapan
air SPAM IKK Jorong yang berada sekitar satu kilometer dari lokasi pengolahan.
“Air laut sudah masuk sampai ke sini, karena kemaraunya
sangat panjang,” kata Udin sambal menjelaskan kalau tiga tahun sebelumnya
normal saja.
Hamidah, warga RT 6 Desa Jorong, mengungkapkan meski
airnya berasa payau atau asin, namun masih dapat digunakan untuk keperluan lain
selain makan dan minum.
Begitu juga dengan Rosita, warga RT 3 Desa Jorong, memilih
menggunakan air PDAM untuk keperluan mandi dan mencuci, daripada harus
menggunakan air sumur yang keruh dan juga asin.
“Bersyukurlah masih ada suplai air dari PDAM meski pun
tidak dapat digunakan untuk keperluan memasak dan minum,” kata Rosita yang
kebetulan datang ke SPAM IKK Jorong untuk membayar tagihan PDAM.
Sementara Direktur PDAM Tala, Eko Sugiharto, membenarkan
saat ini suplai air PDAM di Kecamatan Jorong dan Kecamatan Kintap, mengalami
kendala. Karena air baku kedua pengolahan air di kecamatan tersebut, sudah
terinterusi air laut.
“Itulah yang saat ini tengah dihadapi pengolahan air PDAM
di Kecamatan Kintap dan Kecamatan Jorong,” ujar Eko saat dikonfirmasi Rabu
(6/11).
Menurut Eko, SPAM IKK Kintap lebih parah. Karena sebulan
saja tidak turun hujan, air tangkapan sudah tercampur air laut. Sementara di
SPAM IKK Jorong, hal itu terjadi setelah kemarau memasuki bulan keempat.
“Jorong pernah mengalami hal seperti ini pada 2015, ketika itu kemarau mencapai empat bulan.
Sedang 2016 sampai 2018 aman,” kata Dirut PDAM lagi.
PDAM Tala saat ini masih mencarikan solusi untuk
mengatasi masalah pengolahan air, terutama saat memasuki musim kemarau yang
panjang. (zkl/foto: zul yunus)
