MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Menyusul akan ditutupnya akhir bulan ini Lokalisasi Belah Duren ‘Merong’, Km
3,5 poros Muara Teweh – Puruk Cahu, 15 Pekerja Seks Komersial (PSK)-nya siap
dipulangkan.
Sebelum sosialisasi dilakukan, PSK di Lokalisasi
‘Merong’, sebagaimana data 2018,
berjumlah 160 orang. Pemilik wisma 19 orang, petugas keamanan 4, dan penjaga
parkir 2 orang.
“Namun jumlah berkurang, hanya tersisa sebanyak 15 orang
yang siap dipulangkan ke daerah masing-masing,” kata Plt Kadinsos Pemberdayaan
Masyarakat Desa Kabupaten Barito Utara (Plt Kadis Sos PMD) Eveready Noor,
kemarin.
Mereka-mereka ini, sambung Evew, sapaan akrabnya, sebagian
alumni dari lokalisai seperti Dolly, Jatim, Sampit, Kotim, dan Pangkalan Bun,
Kobar.
Menurut Evew, ada empat tujuan untuk pemulangan para PSK
ini, yaitu Provinsi Jawa Barat (Bandung empat orang dan Cimahi satu orang),
Jawa Timur (Tulung Agung tiga orang, Malang dan Banyuwangi masing-masing satu
orang), Kalsel (Banjarmasin dua orang) dan Kalteng (Puruk Cahu, Palangka Raya
masing-masing satu orang).
“Dinas Sosial PMD Barito Utara sudah menyiapkan anggaran
untuk pemulangan PSK ini. Untuk PSK dari Jawa Barat, melalui Banjarmasin, PSK
yang dari Jawa Timur kita pulangkan melalui Palangka Raya,” jelasnya.
PSK yang dipulangkan sudah dikoordinasikan dengan pihak
Dinas Sosial di empat provinsi tujuan PSK ini.
“Mereka kita antar hingga ke Dinas Sosial provinsi
masing-masing. Kemudian Dinas Sosial Provinsi yang akan mengantar ke kampung
halamannya masing-masing,” tutur Evew.
Pasca penutupan lokalisasi Lembah Durian “Merong”, Dinas
Sosial PMD Barut akan membangun posko pengawasan dan melakukan patroli rutin.
“Tentunya agar tak lagi muncul praktek sejenis di kawasan
tersebut,” tegas Evew. (arh/foto: ist)
