JAKARTA, banuapost.co.id–
Presiden Joko Widodo menerima pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istana
Merdeka, Senin (11/11). Para pimpinan
KPU dipimpin Ketuanya, Arief Budiman.
Pertemuan untuk melaporkan pelaksanaan pemilu kepada presiden.
Sebagaimana UU No: 7/2017 tentang Pemilihan Umum, KPU diberi kewajiban
menyerahkan laporan pelaksanaan pemilu kepada Presiden dan DPR.
Selain kepada presiden dan DPR, KPU juga berencana
menyampaikan laporan kepada lembaga-lembaga terkait. Misalnya MPR, DPD,
kementerian terkait, serta kepolisian dan TNI.
Terkait pelaksanaan pileg dan pilpres 2019, KPU
menyampaikan beberapa catatan yang cukup penting kepada publik, antara lain
soal tingkat keikutsertaan kandidat perempuan.
Menurut Arief, sejak pemilu 2004 hingga 2019, jumlah
kandidat perempuan terus meningkat sebagaimana diamanatkan dalam UU Pemilu.
“Kemudian jumlah calon (perempuan) yang terpilih
juga mengalami peningkatan. Untuk DPR dan DPD di 2014, terpilih 131, di 2019
terpilih 162,” imbuhnya.
Selain itu, Arief juga melaporkan partisipasi pemilih
mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada pemilu 2019. Untuk diketahui,
pada pemilu 1999 hingga 2009, partisipasi pemilih sempat mengalami tren
penurunan.
“Pemilu 2014 kita naik, tapi dengan angka yang
sangat kecil. Pemilu 2019 naik cukup signifikan dari 75 persen menjadi 82
persen. Jadi mengalami kenaikan 7 persen dan ini melebihi target nasional 77,5
persen,” paparnya.
Hal lain yang disampaikan kepada presiden, yakni mengenai
data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) seluruh pejabat yang
terpilih.
Menurut Arief, pada pemilu 2019 data LHKPN seluruh
pejabat yang terpilih, baik di pemilu presiden, pemilu DPD, DPR RI, DPRD
provinsi, dan DPRD kabupaten/kota mencapai 100 persen.
Dalam pertemuan ini, presiden didampingi Menkopolhukam, Mahfud
Md., Mensesneg Pratikno, Mendagri Tito
Karnavian, dan Seskab Pramono Anung. (yb/din/foto:
muchlis jr)
