BANJARBARU,banuapost.co.id–
Kasus stunting di Kalsel sejak digelorakannya hidup sehat sejak bayi dalam
kandungan, turun 10 persen.
“Namun jaminan kesehatan masih belum merata. Ada yang
daerahnya sudah full, ada juga yang belum,” ujar Wagub Kalsel, H Rudy Resnawan,
menjawa awak media seusai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55, Selasa
(12/11) pagi.
Begitupun dengan indeks pembangunan kesehatan masyarakat
Kalsel, lanjut wagub, naik dari ranking 31 ke 24. “Jadi cukup signifikan, namun,
tetap target kita stunting nol,” katanya.
Sementara Kadinkes Kalsel, M Muslim menambahkan, saat ini
sudah lebih 70 persen kasus stunting tertangani. Meski demikian, ada sebanyak
lima penanganan yang jadi prioritas ke depan harus diselesaikan.
Lima penanganan prioritas itu, jelas M Muslim, percepatan
dalam pencegahan stunting, meningkatkan cakupan mutu dari imunisasi, menurunkan
angka kematian ibu dan anak, pengendalian dan pencegahan penyakit tidak
menular, upaya dalam mengeliminasi tuberculosis.
Sementara dalam menkes dalam samnutan yang dibacakan
Wagub Kalsel, H Rudy Resnawan, mengangkat empat isu penting, yaitu pencegahan
stunting untuk mewujudkan SDM yang
berkualitas serta jaminan kesehatan nasional.
Menurut menkes, gerakan masyarakat hidup sehat, program
Indonesia sehat dan nusantara sehat, jangan pernah menutup mata atas proses
pembangunan penyediaan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. (riz/foto: rizal)
