BANJARMASIN, banuapost.co.id– Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kalsel, sejak Selasa (28/4) bertambah dari sehari sebelumnya sebanyak 34 orang.
Data Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid-19 Kalsel menyebutkan, ODP di Kalsel dari 1.304, menjadi 1.338 orang.
Secara terperinci, ODP di Kalsel terbanyak di Kota Banjarmasin, yaitu sebanyak 586 orang. Untuk ODP di Banjarmasin, bertambah dibanding sehari sebelumnya yang terdata 563. Padahal, sejak Jumat (24/04) lalu, Banjarmasin sudah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Penambahan jumlah juga terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kalsel. Bila sebelumnya 15 orang, terbaru PDP di Kalsel tercatat 20 orang. Atau ada tambahan 5 orang.
“Lima orang tambahan PDP ini, satu di RSUD Ulin, satu di RSUD M Anshari Saleh, dua isolasi mandiri dan satu dari Banjarbaru yang dirawat di RSUD Ratu Zaleha, Martapura,” jelas Jubir TGTP2 Covid-19 Kalsel, M Muslim dalam siaran persnya dari Banjarbaru.
Selain ada penambahan, untuk PDP juga ada pengurangan satu orang yang meninggal dunia. Namun hasil uji Swab melalui metode PCR-nya dinyatakan negatif.
“Yakni pasien asal Kalimantan Tengah yang selama ini dirawat di RSUD Ulin. Atau Ulin 71, seorang laki-laki usia 41 tahun,” ujar Muslim.
Selanjutnya Muslim menjelaskan jumlah kasus keseluruhan di Kalsel yang tidak mengalami perubahan dibanding sehari sebelumnya.
Total kasus Covid 19 di Kalsel sebanyak 150. Rinciannya, 126 pasien positif yang dirawat di sejumlah rumah sakit, serta ada pula yang isolasi mandiri atau ditempatkan di karantina khusus. Kemudian sebanyak 16 orang dinyatakan sembuh dan delapan meninggal dunia. (emy/foto: ist)