BANJARMASIN, banuapost.co.id– Jembatan Antasan Bromo mulai digarap, seiring dengan dipasangnya tiang pancang pertama, Jumat (3/7). Selain disaksikan Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, juga dengan pemotongan tumpeng.
Di dampingi Kadis PUPR Kota Banjarmasin, Arifin Noor, menurut Ibnu Sina, bentuk jembatan ini berbeda dari yang lain, baik sedang dibangun ataupun diperbaiki.
“Bentuknya jembatan gantung. Dengan total panjang 252 meter, lebar 2 meter. Khusus untuk kendaraan roda 2, sepeda dan pejalan kaki. Sedang mobil, hanya ambulans yang boleh lewat,” jelasnya.
Pembangunan jembatan, sambung Ibnu, salah satu upaya Pemko Banjarmasin membangun dari daerah pinggiran.Ini karena Kelurahan Mantuil merupakan wilayah paling luar di Kecamatan Banjarmasin Selatan.
“Selama ini kami melihat, masyarakat untuk ke Bromo masih menggunakan transportasi air. Bila air sedang surut, tidak bisa menyeberang,” ujar wali kota.
Karena banyaknya keluhan dari masyarakat, lanjut Ibnu Sina, dari mulai ingin melahirkan sampai anak sekolah terlambat dan sebagainya, menjadi salah satu faktor dibangunnya jembatan ini.
Oleh sebab itu dengan adanya jembatan gantung Bromo ini, bisa semakin mempermudah akses masyarakat.
“Tak hanya mempermudah masyarakat, namun juga menunjang pariwisata. Karena desainnya cukup unik. Ada ruang terbuka hijaunya, kemudian dirancang cukup futuristik. Saya yakin dan percaya, masyarakat akan datang kesini dan tertarik,” pungkasnya.
Pengerjaan jembatan dilakukan PT Bayang Bungo Kso PT Adji Perkasa. Sementara alokasi anggaran Rp 40 milliar dengan rencana selesai awal Desember 2020.
“Kita doakan semoga lancar pembangunannya dan zero accident. Karena masih masa pandemi, jadi harus sesuai prokotol kesehatan, sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuh Ibnu. (oie/foto: olivia)