PELAIHARI, banuapost.co.id– Warga Sarang Halang, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Senin (3/4) pagi digegerkan dengan penemuan jasad lelaki yang tergantung di belakang toko bangunan.
Albert Brian Ardi (22), nama pria itu, ditemukan Rino, rekan kerjanya, sekitar pukul 07:30 Wita dalam posisi tergantung di leher dengan seutas tali berwarna putih.
“Pagi itu saya seperti biasa langsung menuju bagian belakang toko bangunan untuk memarkir motor. Tetapi saya melihat ada jasad tergantung,” kata Rino.
“Kami tentu saja kaget mendapatkan teman kami gantung diri, padahal almarhum selama ini tidak pernah ada mengeluh selama bekerja di sini,” lanjut Rino.
Bahkan menurut Rino, rekannya itu sampai Ahad (2/4) malam masih bekerja memasang batako di kawasan Ambawang.
Sementara Norhamidah, istri yang dinikahi Rian sekitar dua tahun lalu, mengaku sempat didatangi di warung tempatnya berusaha di kawasan Desa Tajau Pecah, kedatangan untuk mengajak kumpul bersama lagi. Artinya posisi mereka saat ini pisah ranjang.
“Hubungan kami sebagai suami istri memang sedang kurang baik. Sekitar satu setengah bulan lalu, almarhum mengantar saya kembali kepada orangtua,” kata Norhamidah saat dimintai keterangannya di depan kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
“Tadi malam sekitar pukul 03.00 wita (Senin dini hari) almarhum mendatangi warung tempat saya berusaha. Kedatangannya meminta saya untuk kumpul bersama lagi,” cerita wanita yang dikaruniai satu anak buah perkawinannya itu.
Kepada almarhum, Norhamidah mengatakan, kalau memang jodoh pasti akan berkumpul kembali, apalagi status mereka belum bercerai.
Mendapat jawaban yang tidak pasti ini, almarhum kemudian meminta Norhamidah mengantarkannya pulang ke toko bangunan tempatnya bekerja. Namun ditolak dengan alasan sudah dini hari.
“Almarhum sempat meminta saya untuk mengantarkannya kembali. Namun saya katakan, kembali saja sendiri dan kembalikan motor orang yang dipinjam,” terang Norhamidah yang mengaku sedih dengan kejadian ini.
Sunardi, orang tua Rian, mengaku tidak tahu putranya kembaki bekerja di toko bangunan tersebut. Karena pada pertemuan sekitar satu bulan lalu, anaknya mengaku pergi ke Banjarbaru ikut orang bekerja membuat batako.
“Sebelumnya anak saya memang bekerja di toko bangunan itu. Ia sempat berhenti dan bilang bekerja dengan orang di Banjarbaru,” kata Sunardi.
Menurut Sunardi, jasad anaknya akan dibawa ke rumah duka di Desa Batu Mulia, dan rencananya akan dikebumikan hari ini juga. (zkl/foto: ist)