Bergerak cepatnya perubahan sosial di daerah dengan masyarakatnya yang terbuka, menuntut kehadiran
pemimpin berintegritas, bervisi kuat serta memiliki nurani untuk rakyat.
Salah satu sosok pasangan kepala daerah itu ada di
Kalimantan Selatan. Mereka, Gubernur H Sahbirin Noor dan Wakil Gubernur, H Rudy
Resnawan.
Didukung lembaga legislatif, Aparatur Sipil Negara
(ASN) serta segenap komponen masyarakat,
Kalsel yang pada hari ini, Rabu 14 Agustus 2019 berusia 69 tahun, layak disebut
daerah bervisi membangun Indonesia dari daerah.
Bagaimana perkembangan.dan.kemajuan pembangunan daerah berpenduduk
4,1 juta jiwa, yang juga layak menjadi calon ibu kota negara RI.
Terbuka
dan komunikatif
Hampir 4 pasangan H Sahbirin Noor dan H Rudy Resnawan
memimpin Kalsel, dilantik pada 12 Februari 2016, masyarakat bisa merasakan
pertumbuhan perekonomian yang stabil dan terjaga.
Gaya kepemimpinan terbuka dan komunikatif, berhasil
mendorong partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan. Sehingga
berbagai proyek pembangunan fisik maupun non fisik, dapat dilaksanakan dengan
lancar.
Jargon Bergerak yang dikobarkan Gubernur yang akrab
disapa Paman Birin, berhasil melecut kinerja ASN di lingkup Pemprov Kalsel.
Berbagai kebijakan dan arah pembangunan pendahulunya,
juga berhasil diteruskan. Sehingga berdampak pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
Meski di tengah lesunya pertambangan batubara akibat
nilai jual yang fluktuatif, namun perekonomian di Kalsel mampu bertahan. Bahkan
pertumbuhannya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir hingga diatas
rata-rata nasional.
Hal ini sesuai dengan kebijakan Paman Birin – Rudy
Resnawan sejak awal dilantik, yakni ingin melepaskan Kalsel dari ketergantungan
penggerak ekonomi di sektor pertambangan ke sektor industri kreatif, seperti
pariwisata dan optimalisasi bidang pertanian, perkebunan dan peternakan
Berdasarkan data dari BPS, pertumbuhan ekonomi di Kalsel
dalam tiga tahun terakhir, 2016 hingga 2018, mengalami peningkatan dengan
besaran 4,38 persen, 5,01 persen dan terakhir 5,13 persen.
Tingkat kemiskinan tiga tahun terakhir di tingkat 4,52
persen, 4,70 persen dan 4, 65 persen, dimana tingkat kemiskinan tahun 2018
lebih rendah dari tingkat kemiskinan nasional sebesar 10,12 persen.
Tingkat pengangguran dalam tiga tahun terakhir, mengalami
penurunan dengan besaran yaitu 5,45 persen, 4, 77 persen dan terakhir tahun
2018 sebesar 3,50 persen. Dimana tingkat pengangguran tahun 2018 lebih rendah
dari tingkat pengangguran nasional sebesar 5,01 persen.
Gini ratio di Kalsel dalam dua tahun terakhir mengalami
penurunan, yaitu per September 2017 sebesar 0,347; dan per September 2018
sebesar 0,340 atau lebih rendah dari gini ratio nasional sebesar 0,380.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel dalam dua tahun
terakhir meningkat, yaitu 2017 sebesar 69,65, menjadi 70,17 pada 2018.
Daya
beli terjaga
Kuatnya pertumbuhan ekonomi Kalsel ditopang oleh
terjaganya daya beli masyarakat, serta meningkatnya investasi karena
pembangunan infrastruktur. Hal ini sesuai dengan harapan, menggeser dominasi
sektor tambang secara bertahap.
“Saya berharap, pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik
lagi dengan mendorong pengembangan sektor pertanian, pariwisata, industri
pengolahan, serta penyelesaian proyek-proyek infrastruktur strategis,” ujar Paman
Birin saat Musrenbang Kalsel 2019.
Pada 2018, daya beli masyarakat juga stabil. Ini karena
inflasi mampu dikendalikan dengan regulasi terukur. Inflasi Kalsel tercatat
2,63 persen. Angka ini lebih rendah dari angka rata-rata inflasi Kalimantan dan
nasional.
Gubernur menekankan kepada semua pihak, khususnya jajaran
SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel, agar bersinergi dengan kabupaten/kota,
menyusun program pembangunan dengan memperhatikan prioritas pembangunan yang
ingin diwujudkan.
“Susunlah rencana pembangunan yang memberikan dampak
positif bagi peningkatan SDM, Peningkatan daya saing ekonomi, pencapaian tata
kelola pemerintahan yang baik, lebih dari itu hadirkanlah program dan kegiatan
pembangunan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Pertahankan
tradisi
Disamping indikator keberhasilan di bidang perekonomian
dan kesejahteraan rakyat tersebut, Paman Birin dan Rudy Resnawan juga berhasil
mempertahankan tradisi mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari
BPK RI untuk laporan keuangan sejak 2013 hingga 2018, atau enam kali
berturut-turut.
Selain itu, Pemprov Kalsel maupun H Sahbirin Noor selaku
Gubernur Kalsel, berhasil meraih sekitar 60-an prestasi dan penghargaan tingkat
nasional sejak memimpin Kalsel pada 2016.
Sementara Kepala Bappeda Nurul Fajar Desira menargetkan 2020
pertumbuhan ekonomi Kalsel menjadi 5,3 persen, menurunkan angka kemiskinan
menjadi 4, 2persen, menekan infalsi di bawah 2,63 persen, membuka lapangan
kerja agar angka pengangguran menurun menjadi 4,1 persen.
Mempertahankan gini ratio di angka 0,33, meningkatkan IPM
menjadi 71,2 serta terus memperbaiki indeks kualitas lingkungan hidup menjadi
69,5 melalui program penghijauan hingga mendapat apresiasi dari pemerintah
pusat. (bdm/foto: ist)
