MUARA TEWEH, banuapost.co.id- Statemen Kapolri Jendrel Tito
Karnavian soal prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan di enam Polda,
kontan langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Lahei, wilayah hukum Polres
Barito Utara, dengan latihan.
Polsek Lahei bersama Koramil dan BPBD Kecamatan setempat,
menindaklanjutinya dengan menurunkan alat
pemadam api, sekaligus patroli
penanggulangan karhutla, Rabu (18/9) sekitar pukul 14:00 WIB sampai selesai.
Menurut Kapolsek Lahei, AKP Tommy Palayukan, kegiatan mengetes
kesiapan dan mengoperasikan alat pemadam kebakaran, melibatkan lima personil polsek,
dua personil Koramil, dan dua anggota tim BPBD.
“Selain memimpin langsung kegiatan, juga dilanjutkan
dengan pemetaan dan pencarian embung air untuk mengoperasionalkan alat alkon,” jelas
AKP Tommy, Kamis (19/9) pagi.
Guna mengantisipasi karhutla di wilayah hukum Polsek
Lahei, juga menyiagakan alat pemadam kebakaran berupa satu unit truk tangki 5
ribu liter dari BPBD, satu unit alkon, selang sepanjang 30 meter, lima unit
kendaraan bermotor roda dua, dan empat unit handie talkie (HT).
Tommy menambahkan, sampai dengan 19 September, di dalam
wilayah hukum Polsek Lahei berdasarkan pantauan dari satelit, masih belum
terdapat titik api atau hot spot.
“Apabila terpantau ada titik api, satgas gabungan harus
segera melaksanakan pemadaman. Itulah pentingnya pelatihan dan penyiagaan alat
pemadam kebakaran. Semua harus dalam kondisi siap,” kata kapolsek berdarah
Toraja ini. (arh/foto: ist)
