JAKARTA, banuapost.co.id–
Belum sepekan setelah terpilih untuk menakhodai Badan Pengurus Pusat (BPP)
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2019 – 2022, Mardani H Maming
sudah menyiapkan program untuk menjawab permintaan Presiden Joko Widodo.
“Jika Bapak Presiden minta 20 nama pengusaha, HIPMI akan
mempersiapkan 100 nama konglomerat baru,” ujar CO PT Batulicin 69 dan PT Maming
69 di Jakarta, Jumat (20/9).
Untuk mewujudkan keinginan orang nomor satu di Indonesia
itu, lanjut pemilik 54 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha itu,
HIPMI sudah menyiapkan program kerja untuk bisa melahirkan konglomerat baru
dengan peningkatkan kualitas pengusaha nasional.
“Konglomerat-konglomerat baru di Indonesia harus lahir. Kita
sebagai pengusaha, apalagi bergabung di HIPMI, harus menjadi pemain utama dan jadi
tuan di negeri sendiri,” tegas Bupati ke-2 dua periode Tanah Bumbu itu.
Karena itu, sambung pengusaha sukses asal Bumi Bersujud,
Tanah Bumbu itu, HIPMI akan segera memberikan 100 nama pengusaha yang kompeten
dan punya track record jelas.
“Insya Allah, mudah-mudahan 100 nama ini bisa diterima
semuanya oleh Bapak Presiden untuk memberikan pemerataan ekonomi di seluruh
Indonesia,” tandasnya.
Memang bukan tanpa alasan Mardani H Maming soal pengusaha
yang akan dilahirkan HIPMI. Sebagaimana pidato presiden yang ingin melihat siapa
saja yang memiliki peluang untuk menjadi konglomerat baru dari daerah-daerah
agar adanya pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.
Namun demikian, menurut Mardani, pengusaha juga perlu
dibantu melalui campur tangan pemerintah. Sebab selama tidak adanya campur tangan
yang positif, pengusaha di daerah pun akan hanya jadi penonton.
“Jadi betul sekali apa yang sudah dikatakan abang kami,
Bahlil Lahadalia, Gubernur, bupati, presiden hingga menteri sudah mengalami
pergantian, tapi konglomerat di Indonesia, masih itu-itu saja,” tutur Mardani.
Oleh sebab itu, sambung Mardani, sinergitas antara HIPMI
dan pemerintah, harus semakin kuat, Sehingga pengusaha-pengusaha muda, bisa
naik kelas, Karena para pengusaha daerah, memiliki banyak potensi.
Ditambahkan Mardani, peningkatkan kualitas pengusaha ini
perlu dilakukan. Begitu pun dengan HIPMI, bisa tumbuh bersama jika konglomerat
yang sudah ada ikut memperkuat, hingga pengusaha lain bisa naik kelas menjadi
konglomerat baru.
“Saya berharap, pintu yang sudah dibuka Pak Presiden
Jokowi bisa mendorong lahirnya konglomerat baru,” imbuhnya.
Karena sangat sulit jika pemerintah tidak membuka pintu untuk
pengusaha muda berkolaborasi, hingga menghasilkan lapangan pekerjaan serta mendorong
pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi secara nasional. (*/yb/foto: beben)
