BANJARBARU, banuapost.co.id–
Baayun Maulid, salah satu tradisi unik masyarakat Banjar yang digelar hanya pada
Bulan Rabi’ul Awal, bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW, rupanya bagi masyarakat
Banjarbaru yang sudah hidup ‘modern’ mulai terlupakan.
Kondisi mulai ‘dilupakannya’ baayun maulid ini, terlihat dengan dihelatnya kegiatan tersebut oleh pengelola Museum Lambung Mangkurat, Jl A Yani Km 35 di ibukota madya tersebut, Kamis (14/11) pagi.
Meski tempat baayun dibikin dengan ornamen semarak, namun
pesertanya masih jauh dari yang diharapkan. Padahal dahulunya jika
diselenggarakan, tak hanya anak-anak sebagai persertanya. Orang tua, bahkan
lansia pun, terutama yang punya nazar, ikut memeriahkan.
Kondisi kurang peminat jika dibandingkan dengan tahun-tahun
sebelumnya tak ditampik Ketua Panitia Baayun Maulid Museum Lambung Mangkurat 2019,
Slamet Hadi Trianto, yang diminta penjelasannya di sela kegiatan.
“Hanya 146 peserta, Laki-laki sebanyak 58 orang dan
perempuan 88 orang,” ujarnya tanpa merinci jumlah peserta di tahun lalu
itu.
Penurunan peserta, sambung Slamet, mungkin dipengaruhi
kurangnya promosi, atau karena adanya kegiatan serupa yang pelaksanaannya bersamaan waktunya.
“Baayun Maulid yang dilaksanakan di luar Banua Halat,
Banjarbaru merupakan yang pertama,” terangnya.
Meski demikian, Panitia Baayun Maulid Museum Lambung
Mangkurat berharap agenda tahunan di museum ini bisa dilaksanakan di tahun ke depannya.
“Semoga tahun depan bisa digelar lagi dengan peserta
yang lebih banyak,” imbuhnya. (riz/foto:
rizal)
