SAMPIT, banuapost.co.id– Bocah Lampuyang, M Jakal (14), disambar buaya saat kencari kerang di muara anak Sungai Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).
Korban yang akrab disapa Jakal, tak sendirian ketika kejadian. Dia bersama sang ayah dan dua pamannya mencari kerang yang memang sedang musim, Ahd (25/10).
Menurut M Zainal Arifin, sang ayah, musibah di muara anak Sungai Lampuyang atau pinggiran Sungai Mentaya di Teluk Sampit itu, ketika kejadian ketinggian air sekitar 40 cm.
“Ketika itu kami sama-sama turun menuju lokasi kumpulan kerang- kerang di balik tanah lumpur di sekitaran pantai,” jelasnya.
Tengah sibuk mengambil kerang dalam air lumpur itu, tiba-tiba box yang dibawa menyangkut, sepertinya ada kayu hingga terangkat.
“Namun ketika mencoba memindahnya, tiba- tiba muncul buaya yang langsung menerkam tangan kanan,” timpal Jakal menceritakan kejadian itu.
Di tengah remang-remang sekitar pukul 18.00 WIB, membuat Jakal berontak melawan gigitan sang predator yang panjang sekitar 2 meter untuk melepaskan diri sembari berteriak minta tolong kepada keluarganya.
“Saat buaya mengigit lengan kanan, ulun berjibaku menahan dan menarik sambil teriak. Begitu terlepas ulun langsung lari mendatangi abah. Buaya itu masih menunggu,” ujarnya pelajar yang masih duduk di bangku kelas 7, SMPN 1 Teluk Sampit tersebut.
Heboh soal selamat dari sambaran buaya muara ini, tak urung membuat warga turut berdatangan ke rumah Jakal, termasuk di antaranya Sekcam Teluk Sampit, Muslih, dan Kapospol berserta dua anggotanya.
“Kami sangat perihatin atas musibah warga Lampuyang akibat serangan buaya. Apalagi keluarga ini mencari nafkah penuh dengan segala risiko,” ujar Muslih yang memberikan donasi untuk biaya pengobatan, Senin (26/10). (um/foto: ist)