BANJARMASIN, banuapost.co.id– Krisis ekonomi karena pandemi Covid-19, tercatat menjadi terparah sejak Perang Dunia II. Bahkan dampaknya, bisa dirasakan sampai sepuluh tahun mendatang, khususnya bagi negara-negara berkembang.
Hal itu dikemukakan Direktur Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, dalam diskusi yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia(Iluni UI), baru-baru tadi di Jakarta.
Karena itu upaya pemulihan ekonomi, termasuk di Indonesia, harus tetap berdampingan dengan upaya menekan angka sebaran virus. Ini mengingat kedua elemen, tidak dapat terpisah satu sama lain.
Menanggapi penilaian tersebut, Dirut Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, menggarisbawahi pentingnya peranan semua pihak untuk mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki dalam upaya memulihkan ekonomi nasional.
Sementara Bank Kalsel sendiri, menurut Agus, sekarang ini tengah menggerakkan sinergi ‘Merah-Putih’, sebagai bentuk dukungan untuk mengakseselasi pemulihan ekonomi nasional (PEN).
“Sinergi ‘Merah-Putih’ adalah sebuah sinergi antara BUMN dengan BUMD, dalam hal ini dimulai Bank Kalsel, dengan tujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi tiap daerah yang akhirnya berdampak pada ekonomi nasional,” jelas Agus, Selasa (2/2)
Bank Kalsel, sambung Agus, mulai bersilaturahmi dengan Perum PPD, PT Taspen (Persero), PT. Krakatau Steel (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero).
Sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang juga memiliki jaringan ke seluruh daerah di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel ingin mengajak berbagai BUMN untuk turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Bumi Lambung Mangkurat ini.
“Misalnya, Perum PPD yang mungkin bisa turut berperan dalam membangun jaringan transportasi di Kalsel atau PT Pos Indonesia yang mungkin bisa
mengkombinasikan layanan jasa keuangan dan logistik di berbagai gerai Bank Kalsel maupun PT Pos Indonesia,” bebernya.
Kolaborasi, lanjut Agus, bisa menjadi kunci pertumbuhan dan pemulihan perekonomian di Kalsel. Karena masih banyak ruang kolaborasi yang bisa dijajaki berbagai BUMN untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalsel.
“Backlog kepemilikan rumah yang mungkin bisa kami sinergikan dengan perumnas, atau
pembangunan infrastruktur Gas Alam Rumah Tangga di Kalsel dengan PGN,” ucap Agus lagi-lagi memberikan contoh.
Bahkan Bank Kalsel, imbuh Agus, membuka ruang sebesar-besarnya untuk sinergi antara BUMN dan BUMD. Harapannya segala effort yang dilakukan, membuat dampak Covid-19 dapat diminimalisir.
Bank Kalsel sebagai bank daerah, tandas Agus, akan terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini terus dikumandangkan dan diwujudkan sebagai bentuk komitmen untuk mendukung program daerah dalam peningkatan ekonomi.
Sesuai tagline: ‘Setia Melayani, Melaju Bersama’, Bank Kalsel senantiasa memberikan yang terbaik serta menjadi mitra bagi masyarakat untuk berkembang bersama. (oie/foto: ist)