BANJARMASIN, banuapost.co.id– Setelah sebelumnya berhasil melaksanakan Program Tular Nalar untuk 1.200 dosen berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), kini menargetkan dapat meningkatkan kompetensi literasi digital kepada 4.600 guru Sekolah Menengah.
Menurut Ketua Divisi Penelitian Mafindo, Santi Indra Astuti, untuk memenuhi target tersebut telah dilaksanakan kegiatan pelatihan melalui Program Tular Nalar kepada 205 guru dari berbagai Sekolah Menengah, baik SMP, MTS, SMA, SMK dan MA di Kalimantan Selatan.
“Kegiatan dilaksanakan dalam 4 batch, dimana masing-masing terdiri dari 50 guru pada Senin (15/3), Kamis (18/3), Senin (22/3) dan Sabtu (27/3),” ujar Santi Indra Astuti, Project Manager Program Tular Nalar yang saat ini tercatat sebagai dosen di Universitas Islam Bandung.
Para guru, lanjut Santi, menjadi harapan besar dalam memberikan pemikiran kritis kepada siswanya. Sehingga bisa lebih rasional dan objektif dalam memanfaatkan gawai.
“Akses internet yang tanpa batas harus disikapi dengan bijak para remaja ketika berselancar dengan media digitalnya,” katanya.
Tular Nalar sendiri, sambung Santi, merupakan program inisiatif konsorsium Mafindo, Maarif Institute dan Love Frankie bekerja sama dengan Dirjen Dikti Kementerian dan Kebudayaan Indonesia yang didukung Google.org.
Program inisiatif tersebut, menurut Santi, bertujuan menyediakan materi pembelajaran tentang berpikir kritis dan literasi media, serta membantu audiens menavigasi tantangan yang dihadapi di lingkungan pembelajaran daring selama masa pandemi.
“Program tersebut menyediakan kurikulum daring dan sumber belajar yang menarik, serta mudah digunakan oleh dosen, guru dan siswa untuk membangun ketahanan target audiens terhadap intoleransi, berita palsu, ujaran kebencian serta hoaks melalui pemikiran kritis dan literasi media,” jelasnya.
Perkembangan teknologi, dipandang perlu dibarengi dengan pembekalan literasi media. Karena antara dunia nyata dan dunia maya, semakin tidak nyata. Sehingga menjadi tantangan, terutama dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi muda menjadi generasi unggul. (oie/foto: ist)