BATULICIN, banuapost.co.id– Pelaku UMKM ekonomi kreatif Tanah Bumbu dituntut harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Produk ekonomi kreatif harus mampu menembus pasar digital.
Terlebih saat pandemi mewabah. Pola marketing bergeser. Kemungkinan orang untuk datang membeli produk ke pasar menjadi terbatas. Sehingga pemasaran melalui platform digital merupakan cara dan sarana yang paling efektif dan efisien.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Tanbu, Hamaluddin Tahir, dalam sambutaannya saat membuka Pelatihan Pembuatan Video Pemasaran di Kapet Simpang Empat, Selasa (29/6). Kegiatan ini keja sama dengan Komunitas Pegiat Gambar (Kopi Ambar).
“Pelaku ekonomi kreatif harus merambah ke dunia internet yang lebih mudah dan banyak diakses konsumen. Sehingga promosi dan pemasaran bisa maksimal,” tandasnya.
Dihadapan 30 peserta, Hamaludin menekankan jika saat ini bukan lagi zamannya mempromosikan produk dengan cara-cara konvensional.
“Sehingga kita tidak perlu lagi teriak-teriak di pasar. Cukup membuat konten dengan memanfaatkan platform digital. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan memproduksi video, tapi juga diajarkan memasarkan ,” jelas Hamal.
Ke depan, Hamaludin mengaku akan mengokomodir segala kebutuhan pemasaran produk ekonomi kreatif. Bahkan telah berkoordinasi dengan kepala daerah (bupati, Red) untuk program pengembangan sub sektor ekonomi kreatif ke arah yang lebih real.
“Kami akan menyewa ruko-ruko untuk pusat produk ekonomni kreatif. Dalam waktu dekat terfokus di lima kecamatan. Karyawan akan digaji pemerintah daerah, pelaku tinggal menyiapkan produknya,” imbuh Hamal.
Pelatihan yang bakal berlangsung selama dua hari, 29 hingga 30 Juni ini, diikuti pelaku UMKM ekonomi kreatif binaan Disporpar Tanbu. Selama kegiatan, mereka dilatih untuk memaksimalkan media rekam (kamera) smartphone. Mereka menadapatkan pengetahuan tentang menulis skrip, pengambilan gambar, editing, publikasi dan manajemen pemasaran.
Pelatihan baru pertama kali diadakan di kabupaten dengan julukan Bumi Bersujud ini, mendapat antusias dari peserta. Karena selain mendapatkan materi, juga dapat langsung memperaktekkan pengetahuan yang didapat.
Bertindak selaku narasumber dalam kegiatan ini, anggota konten kreater komunitas Kopi Ambar yang telah memiliki pengalaman mempuni di bidang video dan fotografi. (uza/foto: ist)