MARTAPURA, banuapost.co.id– Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ)-nya memberikan bantuan Rp 50 juta untuk korban banjir di wilayah Kabupaten Banjar. Bantuan diserahan secara simbolis Dirut Bank Kalsel, Hanawijaya, ke Bupati H Saidi Mansyur, Senin (27/12).
Hanawijaya selain turut prihatin, juga berharap bantuan dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban warga yang masih terdampak banjir,” tandasnya.
Khusus untuk UPZ Bank Kalsel ini. Hanawijaya menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan agarlebih kuat lagi dengan revitalisasi tiga fokus sasaran.
“Ke tiga fokus itu, bantuan bencana alam maupun sosial, bantuan pendidikan atau beasiswa dan pengembangan ekonomi terhadap level ekonomi lemah hingga ke depannya mereka menjadi muzakki,” jelasnya.
UPZ Bank Kalsel sendiri telah bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalsel untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan serta kemanusiaan di Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel ke depannya juga ingin bekerjasama dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk bersama menyalurkan bantuan ini.
“Konsistensi UPZ Bank Kalsel ini diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk membantu pemerintah daerah dan pemegang saham untuk dapat bersama-sama menggairahkan ekonomi pada level ekonomi rendah di Kalsel,” pungkasnya.
Sementara Saidi Mansyur, memberikan apresiasi atas bantuan Bank Kalsel terhadap warga Kabupaten Banjar yang terdampak banjir. Karena itu akan memprioritaskan bantuan untuk menyediakan kebutuhan jangka pendek agar kegiatan bermasyarakat dapat berjalan.
“Terima kasih kepada UPZ Bank Kalsel telah peduli terhadap bencana banjir, khususnya di Kabupaten Banjar,” ujar bupati.
Dalam kondisi siaga saat ini, samung Saidi, bantuan diprioritaskan dulu untuk pemenuhan kebutuhan harian warga yang terdampak, termasuk kebutuhan jangka pendek lainnya agar aktivitas bermasyarakat dapat berjalan kembali.
Seperti diketahui, intensitas hujan yang cukup tinggi serta naiknya permukaan air laut (rob), mengakibatkan beberapa kabupaten/kota di Kalsel terendam, tak terkecuali Kabupaten Banjar yang menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Sebanyak 8 kecamatan terendam dengan ketinggian berkisar 30 sentimeter hingga 1,5 meter.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, terdapat 3 kecamatan yang terdampak paling parah, yaitu Pengaron, Martapura Timur dan Astambul. (oie/foto: ist)