PELAIHARI, banuapost.co.id– Sebuah bagang (bagan) apung berikut empat awaknya, terdampar di Pantai Batakan Baru, Tanah Laut, akibat diterjang ombak dan terpaan angin, Kamis (26/5) dini hari.
Bagang yang diawaki Mustamin, Warno, Suri dan Unan warga Desa Pemurus, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, berada di perairan Pantai Batakan untuk mencari cumi. Mereka sudah 10 hari berada di perairan wilayah Kecamatan Panyipatan.
Sebelum badai datang, menurut Mustamin, mereka ingin berlindung di Pulau Datu, Desa Tanjung Dewa, yang berbatasan langsung dengan Desa Batakan. Namun belum sempat berlindung, badai keburu datang.
Perahu penunda bagang tidak sanggup melawan ombak besar dan hembusan angin. Awak kemudian berkumpul di atas bagang, sementara perahu dibiarkan kosong.
“Kami memilih bertahan di atas bagang, karena perahu pasti karam akibat ombak besar,” jelas Mustamin saat dikonfirmasi Kamis (26/5).
“Ombaknya mencapai dua meter ditambah dengan angin yang sangat kencang,” lanjut Mustamin.
Mustamin mengaku ini pengalaman pertamanya sejak mengoperasikan bagang apung. Ia bersyukur bagang apungnya tidak rusak akibat dihantam ombak besar.
“Syukurlah kami semua selamat dan bagang apung serta kapal masih dapat dipergunakan,” imbuhnya.
Sementara, Mugeni warga Desa Batakan yang sehari-harinya berjualan makanan dan minuman di obyek wisata Pantai Batakan Baru, membenarkan pada Kamis dini hari terjadi cuaca ekstrem bersamaan dengan hembuasan angin Barat.
“Tadi malam kami sempat terjaga akibat hembusan angin yang sangat kencang dan diiringi deburan ombak di pantai,” ucap Mugeni.
“Bahkan sampai Kamis sore, gelombang masih besar dan berangin. Sehingga air pantai yang semula biru berubah seperti lumpur,” sambung Mugeni.
Akibat gelombang besar dan berangin, pengelola Obyek Wisata Pantai Batakan Baru menutup penyewaan banana boats. Ini terpaksa dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (zkl/foto: zul yunus)