KOTABARU, banuapost.co.id– Basarnas Banjarmasin bersama Tim SAR Gabungan, saat ini tengah melakukan pencarian terhadap nelayan yang terjatuh ke laut saat buang air besar di sekitar Perairan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru.
Ahmad, anak buah kapal nelayan asal Bontoa, Kabuaten Maros, Sulawesi Selatan, dinyatakan hilang Rabu (11/1) setelah tidak kembali sejak buang air di bagian buritan kapal.
Pada pukul 05:30 Wita, lelaki berusia 36 tahun yang kini menetap di Kotabaru itu, menurut rekannya pergi ke buritan kapal untuk buang air.
Lias anak buah kapal lainnya mengatakan, mendatangi bagian buritan kapal untuk mencari tekannya Ahmad. Namun ternyata tidak ditemukan, ia pun kemudian berkeliling kapal mencari rekannya itu, namun tidak membuahkan hasil.
Setelah tidak berhasil mendapatkan, Lias kemudian melaporkan apa yang terjadi dengan rekannya.
Mendapatkan laporan adanya nelayan yang terjatuh ke laut, petugas Basarnas Banjarmasin Pos SAR Kotabaru menurunkan empat personel ke lokasi kejadian untuk bergabung dengan tim SAR lainnya untuk melakukan pencarian.
Personel Pos SAR Basarnas Banjarmasin menggunakan RIB (Rigid inflatable boat) 02 dalam pencarian tersebut. Berdasarkan tanda lokasi kejadian yang diberikan Lias, nelayan itu jatuh pada kordinat 03°15’52.92″S – 116°56’38.44″E dengan jarak kurang lebih 50 NM (nautical mile atau mil laut) dari Pelabuhan Stagen Kotabaru.
Berdasarkan keterangan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, saat pencarian kondisi cuaca sangat bersahabat, sesuai dengan kondisi cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ketinggian gelombang hanya 0,5 meter dan kecepatan angin sekitar 3 sampai 4 knot.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Al Amrad, berharap pencarian dapat segera membuahkan hasil, dan kondisi cuaca sangat mendukung untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian.
“Mudahan cepat ditemukan, pencarian sangat didukung cuaca yang cukup bagus,” kata Al Amrad saat dikonfirmasi, Jumat (13/1). (zkl/foto: basarnas)