PELAIHARI, banuapost.co.id– Manggala Agni DAOPS Kalimantan VI/ Tanah Laut berupaya mengedepankan sinergisitas dengan para pihak dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Tanah Laut.
Hal ini diungkapkan Sufie Bhaskara, Kepala DAOPS Manggala Agni Kalimantan VI/ Tala, dalam menyikapi mulai bermunculannya titik api pada awal musim kemarau kali ini.
Menurut Sufie, berdasarkan hasil pantauan aplikasi SIPONGI KLHK, di kabupaten Tala terdata ratusan titik panas. Kecamatan Panyipatan terdapat 145 titik panas, Kecamatan Tambang Ulang 119 titik panas, Kecamatan Jorong 28 titik panas dan Kecamatan Bati-Bati 20 titik panas.
“Berdasarkan data tersebut. menunjukkan terjadinya kenaikan titik panas di Tala dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” kata Sufie, Minggu (4/6).
Menyikapi kondisi tersebut, DAOPS Manggala Agni Kalimantan VI/ Tanah Laut mengedapankan upaya pengendalian karhutla bersama para pihak.
“Kami terus berupaya melakukan pengendalian karhutla di Kabupaten Tala untuk mengurangi dampak bahayanya, di antaranya pemadaman bersama Satgas Karhutla di Kab. Tanah Laut (BPBD, Polri, TNI, KPH dan Relawan), deteksi dini melalui Groundcheck Hotspot, Monitoring kerawan karhutla dan Patroli daerah rawan karhutla serta koordinasi antar Pihak,” jelas Sufie.
Dalam rpaya pengendaliannya, lanjut Sifi, tentu terdapat tantangan dan kesulitan, seperti lokasi yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber daya pemadaman dan air, keterbatasan sarpras dan personil.
Perlu diketahui, Kabupaten Tala masuk dalam kabupaten ring 1 Bandara, sehingga pengendalian karhutla harus sinergi dan dilaksanakan semaksimal mungkin agar dampak asap tidak sampai menganggu aktivitas masyarakat.
“Kondisi sekarang masih awal kemarau dan puncak kemarau diprediksi terjadi Agustus-September 2023, hal ini harus disikapi dengan baik dan kita akan terus bekerja bersama-sama dan berbagi tugas bersama para pihak agar dampak kejadian karhutla di Kabupaten Tala tidak meluas,” tutup Sufie. (zkl/foto: ist)