PELAIHARI,- Banuapost.co.id– Kabut asap yang muncul beberapa hari terakhir di sebagian Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Tambang Ulang, dikhawatirkan berdampak kepada warga yang melintas di dua kecamatan bertetangga itu.
Untuk meminimalisir dampak kabut asap akibat kebakaran lahan, komunitas Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) Masyarakat Sadar Lingkungan (MyDarling) Kalimantan Selatan, Minggu (29/9) pagi membagikan masker kepada pengguna jalan raya.
Kegiatan ini selain diikuti anggota MPAI MyDarling Kalsel juga diikuti FKPPI Tala, Perguruan Pencak Silat Kera Sakti, Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Tala.
Pembagian masker berlangsung di kawasan Desa Gunung Raja, depan SPBU Gunung Raja, acara dimulai sekitar pukul 07.30 Wita.
Muhammad Khaidir, Ketua MPAI MyDarling Kalsel, mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena dalam beberapa hari terakhir sebagian kawasan di Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang mulai diselimuti kabut pada pagi hari.
“Meski belum parah dampak kabut asap dari kebakaran lahan, kami tetap membagikan masker ke pada pengguna jalan, setidaknya mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan,” kata M Khaidir usai pembagian masker yang merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan dan Polres Tala itu.
Menurut M Khaidir, kegiatan ini melibatkan mitra atau partner MPAI MyDarling, seperti relawan Tagana, Perguruan Silat Kera Sakti, FKPPI, mereka selalu dilibatkan dalam setiap melakukan aksi, seperti bersih-bersih pantai atau penaman pohon.
Sementara, Jarni Fahri, warga RT 5 Desa Gunung Raja, membenarkan dua hari terakhir asap mulai menyelimuti kawasan diperbatasan Kecamatan Tambang Ulang dan Kecamatan Bati-Bati, meski demikian menurut Jarni asapnya belum tebal seperti pada musim kemarau 2023 lalu.
“Sudah ada kabut asap di pagi hari di antara Desa Gunung Raja Kecamatan Tambang Ulang dan Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati,” kata Jarni saat dikonfirmasi Minggu (29/9).
Giat bagi-bagi masker berlangsung sekitar 1 jam itu menghabiskan 2.000 lembar masker. (zkl/foto: zul)