BATULICIN. Banuapost.co.id– Founder Kampung Dongeng Indonesia, Awam Prakoso, tampil memukau di hadapan lebih dari 700-an anak dari berbagai sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) pada hari ke -2 perhelalan jelajah literasi, Kamis (18/10).
Antusias audiens anak-anak luar biasa, jumlah ini jauh melampaui target panitia yang hanya 500 peserta. Mereka memadati vanue kegiatan di Aula Serambi Madinah, Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin.
Anak-anak tampak riang mengikuti dongeng yang dibawakan Kak Awam, panggilan akrabnya. Interaksi antara Kak Awan dan audiens sangat intim. Beberapa anak tampak ceria bahkan terbahak-bahak.
Dongeng tentang seekor sapi yang terjepit oleh batang pohon sangat memukau anak-anak. Suasana semakin hidup karena Kak Awan menirukan berbagai suara Binatang. Anak-anak juga diajak bernyanyi santai dan membuat tebak tebakan berhadiah.
Bunda Literasi Tanah Bumbu, Wahyu Windarti Zairullah, turut hadir dan menikmati kegiatan yang penuh suasana keakraban ini. Ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya membangun budaya literasi.
Sejumlah pejabat eselon 2 di SKPD Pemkab Tanah Bumbu yang hadir juga tampak menikmati sajian dongeng.
“kegiatan semacam ini harus digalakkan, minimal sepekan sekali. Guru dan tenaga peendidik harus mampu menghidupkan kebiasaan mendongeng di sekolah,” ujar Wahyu Windarti.
Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani mengungkapkan, kegiatan ini untuk memberikan suasana segar pada kegiatan Jelajah Literasi 2024 yang digalakkan instansinya.
“Selain mendongeng, Kak Awan juga dihadirkan untuk memberikan spirit. Kemarin Ia juga mengisi kegiatan parenting. Semoga kegiatan ini menginspirasi pegiat literasi dan orang tua untuk menghidupkan edukasi melalui media seni bertutur, ” ujar Yulia.
Salah satu pendongeng Asal Kabupaten Kotabaru, Indrifuji, mengapresiasi kegiatan ini. Ia bahkan rela datang dari pulau seberang untuk membersamai kak Awan. Menurutnya kegiatan ini sangat mendoromg kemajuan literasi.
“Kegiatan jelajah literasi ini merupakan langkah positif menuju masyarakat yang lebih cerdas, kreatif dan berbudaya literasi,” ujar Indrifuji yang juga merupakan Ketua Kampung Dongeng Kotabaru.
Menurut Indrifuji, semangat kolaborasi antar komponen menjadikan daya dobrak keliterasian di tanah bumbu memberi dampak yang positif. Peran pemerintah dan komunitas literasi telah menunjukkan hal yang baik terhadap kemajuan literasi. Hal ini memengaruhi landasan kuat bagi pembentukan SDM berkualitas. Kegiatan semacam ini menurutnya harus terus digalakkan.
“Tantangan kecenderungan anak terhadap gawai menjadi salah satu alasan mengapa dongeng harus dihidupkan. Mengingat anak-anak harus mendapatkan edukasi melalui kegemaran,” tandasnya. (uza/foto: ist)