PELAIHARI, Banuapost.co.id- Perusahaan Umum BULOG siap menampung hasil panen petani jagung di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dengan harga sesuai dengan kadar air. Hal ini disampaikan Direktur Pengadaan Perum BULOG, Prihasto Setyanto, saat berkunjung ke kebun jagung Kelompok Tani (Poktan) Garuda Makmur, Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin, Selasa (12/8/2025).
Keberadaan Direktur Pengadaan Perum BULOG di Desa Tirta Jaya itu didampingi Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Akbar Said dan perwakilan Polres Tala dan anggota Poktan Garuda Makmur.
Pada kunjungannya itu Prihasto Setyanto menjelaskan kepada petani mengenai mekanisme pembelian jagung hasil panen petani oleh Perum BULOG.
Menurut Prihasto Setyanto saat ini sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Perum BULOG harus membeli jagung dari petani dengan standar yang sudah ditetapkan Perum BULOG dan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Untuk jagung dengan kadar air 18 sampai 20 persen dibeli Perum BULOG dengan harga RP5.500 per Kg. Sedangkan untuk kadar air 14 persen dibeli dengan harga Rp6.400 per Kg.
“Jagung dengan kadar air 18 sampai 20 persen akan dibeli langsung Perum BULOG di kebun petani, sedangkan yang 14 persen diantar petani ke gudang BULOG,” kata Prihasto Setyanto.
Dijelaskan Direktur Pengadaan Perum BULOG, pemerintah rencananya akan membeli sampai 1 juta ton jagung dari petani, dan saat ini baru sekitar 6 persen yang terialisasi.
“Sampai saat ini jumlah pembelian jagung oleh Perum BULOG ke petani masih sangat kecil, baru sekitar 6 persen,” kata Prihasto Setyanto sambil menjelaskan kenapa ia sampai datang langsung ke petani.
Muhammad Akbar Said, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalsel ,menegaskan, pembelian jagung petani pencairannya dijamin cepat bahkan boleh dikatakan dengan Cash and Carry.
“Kami pastikan masalah pencairannya tidak memakan waktu lama,” kata M Akbar Said menambahkan keterangan dari Direktur Pengadaan Perum BULOG.
Sementara, Suwarno, petani sekaligus Ketua Poktan Garuda Makmur, Desa Tirta Jaya, mengaku sangat tergiur dengan harga yang disodorkan Perum BULOG, hanya saja menurut Suwarno saat ini petani di Tala khususnya di Kecamatan Bajuin sangat terkendala dengan proses pengeringan.
Gudang pengeringan menggunakan ultra violet (sinar matahari) yang ada saat ini kondisinya sudah rusak, dan beberapa kali mengalami perbaikan. Akibat masalah pengeringan Suwarno dan petani lainnya terpaksa menjual ke pengepul dengan harga Rp3.000 per Kg dengan kadar air diatas 20 persen.
“Harga yang disodorkan Perum BULOG sangat menggiurkan, namun kami terkendala pengeringan,” kata Suwarno.
Suwarno dan anggota Poktan Garuda Makmur bertekad untuk memenuhi standar kadar air yang disyaratkan Perum BULOG untuk membeli jagung dari petani.
“Kami akan mencoba memenuhi standar, walaupun proses pengeringan secara manual,” kata Suwarno lagi.
Sebelum meninggalkan kebun Poktan Garuda Makmur, Direktur Pengadaan Perum BULOG di damping Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalsel mengadakan dialog dengan petani. (Zkl/foto: zul)