MARATAPURA, banuapost.co.id– Presiden Jokowi melalui Kemenko Perekonomian menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Peternakan Rakyat dan Implementasi Keuangan Inklusif, di Pondok Pesantren Ushuluddin, Desa Tambak Anyar Ilir, Martapura Timur, Banjar, Kamis (19/9).
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Pekan Kerja
Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (PKN GNRM) yang diselenggarakan di Provinsi
Kalsel.
KUR diserahkan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, Susiwijono, yang juga disaksikan Gubernur Kalsel, H Sahbirin
Noor.
Gubernur mengapresiasi dikucurkannya KUR tersebut dan
berharap pesantren-pesantren di Kalsel mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. menjadi
penggerak pembangunan di segala bidang, serta mampu mencetak santri mandiri dan
berdaya saing.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menko
Darmin Nasution yang telah mendorong institusi keuangan untuk menyalurkan KUR
di daerah ini. Semoga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalsel pada
umumnya, dan peternak pada khususnya,” tandasnya.
Menurut Paman Birin, sapaan akrabnya, arus perubahan dan
globalisasi ekonomi dunia yang tengah terjadi saat ini, menuntut untuk terus bergerak dan bertransformasi.
“Tak terkecuali pondok pesantren. Pesantren harus siap
untuk terus bertransformasi dan berbenah, khususnya dalam rangka memberdayakan
ekonomi umat,” katanya.
Hal ini penting. Sebab pemberdayaan ekonomi juga menjadi
bentuk dakwah kepada masyarakat. Karena islam pada hakekatnya adalah agama yang
mengajarkan dan menganjurkan umatnya untuk meraih kekayaan hidup, baik secara
material maupun spiritual.
Sementara Pemprov Kalsel, menurut Paman Birin, terus
berupaya untuk melakukan transformasi ekonomi melalui visi “Kalsel Mapan (mandiri dan terdepan), lebih
sejahtera, berkeadilan, berdikari dan berdaya saing”.
Dalam penjabaran misi ekonomi, tutur Paman Birin, terdapat
sejumlah strategi. Di antaranya, pengembangan agrobisnis atau agroindustri
untuk menjadikan Kalsel sebagai sentra pangan serta peningkatan kemandirian
ekonomi masyarakat.
“Sedang pemerintah pusat, telah berupaya keras untuk
membangun sektor-sektor unggulan yang dapat menggerakkan perekonomian,
khususnya ekonomi berbasis kerakyatan, termasuk kegiatan penyaluran kur ini,” pungkasnya.
(bdm/foto: ist)
