MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Selama 2019, Dinas Kesehatan Barito Utara mengusulkan sedikitnya 6 puskemas
untuk kenaikan peringkat (akreditasi), sedikit jika dibandingkan tahun
sebelumnya.
“2018 lalu sudah 10 puskesmas yang dilakukan survei. Dan
pada tahun ini, masih ada enam puskesmas. Diharapkan 6 puskesmas tersebut harus
sudah selesai di survei akreditasi,” kata Plt Kadis Kesehatan, H Siswandoyo, Jumat
(20/9).
Senin (16/9), lanjut Siswandoyo, tim survei melakukan
penilaian di Puskesmas Lampeong. Jadi tinggal menunggu hasilnya saja.
Tiga orang tim yang melakukan surveyor, diketuai dr Alma
Lucyati, didampingi dr Sri Gunadi Parwoko dan dr Esti Wilianto.
Respon ketua tim surveyor, menurut Siswandoyo, sangat
kaget ketika melihat puskesmas di Lampeong. Peralatannya cukup lengkap, meski di
daerah terpencil.
Sedang untuk hasil dari penilaian terhadap Puskesmas
Lampeong, tergantung dari tim surveior dari rapat mereka.
Sementara 5 puskesmas yang tahun ini akan didilakukan survey,
Benao, Lahei II, Mampuak, dan Batu Raya serta
Tumpung Laung.
“Jadi satu puskesmas yang sudah disurvei, yaitu Puskesmas
Lampeong,” tandasnya.
Sedang untuk penilaian, pada Oktober di tiga puskesmas,
yaitu Lahei II, Tumpung Laung dan Batu Raya. Semantara dua lainnya, Benao dan Mampuak dijadwalkan November.
Siswandoyo berharap, di 2019 ini 16 puskesmas yang ada di
Barut semua sudah terakreditasi. Sehingga pada 2020 ada lagi istilahnya
reakreditasi, dimana ada tiga puskesmas yang akan di reakreditasi, yakni Kandui,
Sei Rahayu dan Lanjas.
“Reakreditasi itu maksudnya untuk melakukan
perbaikan-perbaikan atau kekurangan-kekurangan di tiga puskesmas tersebut,”
pungkasnya. (arh/foto: ist)
