BANJARMASIN, banuapost.co.id– Demi keamanan, kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan Haul ke-15 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, 29 Februari hingga 1 Maret mendatang, Polda Kalsel menggelar Rapat Koordnasi (Rakor) ke-6 dengan melibatkan lintas sektoral, Senin (24/2).
Rakor mengingat jamaah yang datang dalam peringatan hari wafatnya ulama kharismatik yang akrab dengan sapaan Abah Guru Sekumpul, diperkirakan 2 juta lebih. Selain jamaah dari berbagai daerah di penjuru nusantara, negara Asean hingga Tarim Hadramaut, Mekkah dan Madinah.
Kapolda dalam sambutan yang disampaikan Wakapoda Kalsel, Brigjend Pol Aneka Pristafuddin, sebelum membuka rakor, mengingatkan perubahan cuaca menjadi ancaman potensial yang mesti diwaspadai dan diantisipasi secara cermat.
“Berbagai kondisi dan tantangan aktual, dapat diatasi dengan mekanisme hubungan kerja yang baik, kerja sama yang solid melalui perencanaan pengorganisasian dan pelaksanaan yang tepat,” tulis kapolda.
Rakor ke-6 kali untuk memantapkan pengamanan acara keagamaan
tahunan di Martapura, Ibu Kota Kabupaten, dihadiri Kadishub Kalsel, Rudiansyah,
Kadiskes HM Muslim, serta kapolres di wilayah hukum Polda Kalsel.
Untuk mengatasi kemacetan agar tidak terjadi, Polda dan
Dishub Kalsel sepakat melarang angkutan barang melintas hari ‘H’, kecuali bermuatan
bahan pokok, obat-obatan serta bahan bakar (BBM dan Solar).
Dishub juga menyediakan Bus Rapid Transit (BRT) gratis, untuk
meminimalisir kemacetan dan emakaian kendaraan pribadi.
“BRT akan mengangkut jamaah dari Banjarmasin ke Martapura,”
jelas Rudiansyah.
Mendekati hari H, pihak keamanan juga menyediakan lahan
parkir untuk para rombongan yang datang dari berbagai daerah.
“Jadi tahun ini supaya lebih teratur, kami
menyediakan lahan parkir yang berbeda untuk setiap daerah,” ucap Kapolres
Banjar, AKBP Andri Koko Prabowo.
Bahkan setiap kendaraan rombongan, lanjut AKBP Andri, harus
menempellan stiker warna yang sudah ditentukan sebagai cirri daerah rombongan.
Soal stiker sudah kami serahkan ke relawan kabupaten dan
kota masing-masing. Contoh, Banjarmasin stikernya warna merah, parkirnya ada
tanda merahnya,” jelas Kapolres Banjar
Untuk warna stiker, sambung AKBP Andri, terbagi 3 warna. Merah (Banjarmasin,
Banjarbaru, Palangka Raya, Kalbar, Kapuas dan Sungai Tabuk).
Kemudian Biru, meliputi Hulu Sungai, Muara Taweh, Buntok, Ampah, dan
Kaltim via Jl A Yani Hulu Sungai atau via Jl
Margasari Jembatan Sungai Puting/Marabahan atau disebut sayap kiri).
Sedang Kuning, meliputi wilayah Pelaihari, Bati Bati,
Batulicin, Kotabaru serta Kaltim via Jl A Yani Pelaihari atau Grogot atau
disebut sayap kanan).
Sementara pihak Dinas Kesehatan Kalsel dalam kegiatan keagamaan
ini, selain menyediakan 150 posko pelayanan kesehatan yang tersebar di berbagai
titik.
“150 posko dengan 1.000 lebih dokter. Kalau dihitung
dengan relawan, kira-kira 1800-an dengan 14 rumah sakit rujukan,” papar Kadinkes,
HM Muslim. (oie/foto: olive)